Sabtu, 18 September 2021

Reserse Narkoba Geledah Kolonel, Kapolresta Malang Tindak Tegas Anak Buahnya

MALANG —  Menyusul aksi penggeledahan oleh anak buahnya terhadap seorang Kolonel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) di sebuah kamar hotel pada Kamis (25/3/2021) kemarin, Kepala Kepolisian Kota (Kapolresta) Malang, Kombes Leonardus Harapan Tua Simarmata, menyampaikan permohonan maafnya kepada institusi TNI AD atas peristiwa tersebut.

Selain kepada TNI AD, Leonardus juga meminta maaf kepada Korps Perhubungan TNI dan Kolonel CHB I Wayan Sudarsana yang jadi korban salah sasaran. Tak cuma itu, Kombes Leonardus pun mengakui kesalahan terkait tindakan tak sesuai prosedur yang dilakukan empat anggota Satuan Narkoba Polres Kota Malang itu.

Bahkan, Leonardus berjanji akan membawa anggotanya yang salah prosedur itu ke dalam sidang etik Polri. “Sekali lagi kami sampaikan komandan, ini merupakan bentuk tanggungjawab kami komandan, kesalahan adalah kesalahan kami,” ungkap Kapolresta Malang dalam pertemuan dengan Kolonel Anom Kartika, Kepala Perhubungan Komando Daerah Militer (Kodam) X/Brawijaya, Jumat (26/3/2021).

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Khususnya kepada institusi TNI AD, khususnya juga untuk korps perhubungan AD atas kesalahan prosedur penangkapan yang dilakukan anggota kami. Kami menyampaikan ini tidak berhenti, ada proses yang harus mereka jalani, sidang kode etik terbuka,” tambahnya.

Kombes Leonardus datang ke Markas Hub Kodam Brawijaya bersama Kasat Resnarkoba, Kompol Anria Rosa Piliang dan empat anak buahnya yang bertanggung-jawab langsung atas peristiwa penggeledahan kamar hotel Kolonel I Wayan Sudarsana,untuk mengklarifikasi kasus yang viral tersebut.

Sebagai informasi, Kejadian bermula saat Kolonel CHB I Wayan Sudarsana yang sedang menginap di dalam hotel, mendengar ada yang mengetuk pintu kamarnya. Setelah pintu dibuka, empat orang yang mengaku sebagai polisi masuk ke dalam kamar.

Baca Juga :  Diduga Terkait Pelaku Terorisme, Eks Petinggi FPI Munarman Diciduk Detasemen Khusus 88

Ia telah menyampaikan, kalau ia adalah Kolonel TNI AD yang sedang bertugas. Namun empat orang pria yang merupakan anggota Satresnarkoba Polresta Malang Kota, tetap berkeras melakukan penggeledahan terkait informasi penggunaan narkoba.

Wayan lalu meminta anggota Satresnarkoba Polresta Malang Kota tersebut, untuk menunjukkan surat perintah. Kemudian mereka menunjukkan surat perintah yang ditandatangani oleh Kasat Narkoba Polresta Malang.

Usai menunjukkan surat perintah, anggota Satresnarkoba itu menggeledah seluruh isi kamar, termasuk isi tas Kolonel. Namun ternyata anggota Satresnarkoba Polresta Malang, tidak menemukan barang bukti narkoba.

Saat dilakukan penggeledahan, Wayan menyampaikan protes kalau memang dirinya bersalah, kenapa Satresnarkoba Polresta Malang tidak melibatkan anggota Polisi Militer (PM) sesuai Undang-Undang TNI. Namun perkataan itu tidak dihiraukan sama sekali.

Setelah melaksanakan penggeledahan dan tidak menemukan barang bukti, keempat anggota Satresnarkoba tersebut meninggalkan hotel. Merasa menjadi korban salah sasaran, Wayan menghubungi Kahubdam V/Brawijaya, Kolonel Chb Muhammad Anom Kartika.

Tak berselang lama, Kolonel Chb Anom Kartika memerintahkan anakbuahnya menjemput Kolonel Wayan dari hotel menuju Hubdam V/Brawijaya. Diketahui, Wayan menjabat Kasubditbinbekhar Sdircab Pushubad TNI AD yang datang ke Kota Malang, dalam rangka melaksanakan tugas sebagai Tim Rikmat Bekfas TW I Tahun 2021. (***/Iwan)

- Advertisement -

Latest news

Baca Juga :  Jabatan Setara, Kades dan Lurah Ada Perbedaan Khusus

Kasus Suap Lelang Proyek, Plt Kadis PUPRP Hulu Sungai Utara Dikirim ke Penjara

JAKARTA -- Setelah menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) pada Rabu (15/9/2021) malam, KPK melangsungkan pemeriksaan terhadap tujuh orang dan...

Tuding Sewenang-Wenang Terhadap Rakyat, ProDEM Siap Lawan Sentul City

JAKARTA -- Lembaga non Government Pro Demokrasi (ProDEM) menduga proses penerbitan izin tanah yang dipegang oleh PT.Sentul City Tbk bermasalah. Bahkan, Sentul City dituding...

Calon Panglima TNI Hanya Jendral Andika dan Laksamana Yudo, DPR Tunggu Surat Presiden

JAKARTA -- Siapa sosok perwira tinggi (Pati) bintang empat yang ditunjuk sebagai pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI masih menjadi tebak-tebakan alias belum pasti,...

TWK Pegawai KPK Sah Secara Konstitusional, Putusan MK dan MA Diapresiasi

JAKARTA -- Berbagai elemen masyarakat menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi yang menyatakan proses alih status pegawai KPK melalui tes wawasan kebangsaan (TWK) tidak bertentangan...

Spekulasi Penyebab Kebakaran Lapas Tangerang Harus Dihentikan

TANGERANG -- Menyusul musibah kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tangerang-Banten, pada Rabu 8 September 2021, beragam spekulasi dan juga hoax seputar penyebab...
- Advertisement -

Related news

PN Cibinong Dianggap Menyalahi Prosedur, Eksekusi Lahan di Citayam Dibatalkan

BOGOR -- Upaya penguasaan sebidang lahan kosong di kawasan Perumahan Green Citayam City, Desa Ragajaya, Kecamatan Bojong Gede-Kabupaten Bogor, oleh Panitera dan Juru Sita...

Jokowi Ajak Masyarakat Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

DELI SERDANG --Bupati Deli Serdang H.Ashari Tambunan mendampingi Presiden RI Joko Widodo serta rombongan pejabat tinggi pusat maupun daerah dalam kunjungan kerja dan peninjauan...

Maling di Rumah Tetangga Terekam CCTV, Ketahuan Lalu Ditangkap Polisi

MEDAN - Polsek Medan Baru mengamankan seorang laki-laki berinisial KR (56) warga Jalan Cinta Karya Gg. Kelapa No. 5 Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan...

Lapas Arga Makmur Bengkulu Gelar Vaksinasi Warga Binaan

ARGA MAKMUR -- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, turut menyukseskan program vaksinasi nasional yang digelar pemerintah untuk meningkatkan herd...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here