Selasa, 24 Mei 2022

Dianggap Playing Victim, SBY dan AHY Dituding Penyebab Kegaduhan Politik

BOGOR — DPP Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang yang dipimpin Jendral Purn Moeldoko menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat di tanah air dan juga kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi ) menyusul terjadinya kegaduhan setelah penyelenggaraan KLB di Deli Serdang-Sumatera Utara.

“Kami atas nama DPP Partai Demokrat menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia dan kepada pemerintahan Bapak Jokowi atas kegaduhan dan keresahan yang tidak perlu terjadi,” kata juru bicara Demokrat versi KLB, M Rahmad, di areal bekas proyek wisma atlet Hambalang, Sentul, Kabupaten Bogor, Kamis (25/3/2021).

Rahmad mengatakan, agar kegaduhan dan keresahan ini tidak terjadi lagi, maka pihaknya harus menyampaikan apa yang sesungguhnya terjadi di Partai Demokrat. Sehingga dengan demikian, masyarakat dapat melihat dan menilai langkah-langkah konkret yang harus dilakukan bersama-sama untuk memperbaiki Demokrat.

Baca Juga :  Sekretaris yang Cakap dan Handal, Salah Satu Penentu Keberhasilan Daerah

Selain itu, Rahmad juga menyebut SBY dan AHY tengah memainkan playing victim seolah-olah menjadi pihak yang terzalimi dan mencitrakan diri kepada masyarakat bahwa Demokrat dan demokrasi harus diselamatkan.

“SBY dan AHY juga telah melakukan tindakan brutalitas terhadap kader-kader Partai Demokrat di kabupaten/kota dan provinsi di seluruh Indonesia, dengan memaksa kader menandatangani surat pernyataan yang disertai dengan ancaman pemecatan,” tuturnya.

Menurut Rahmad, pernyataan dan cara yang dilakukan kubu AHY yang telah menimbulkan kegaduhan dan keresahan masyarakat dan Jokowi, khususnya di tengah penanganan pandemi Covid-19.

“Pernyataan dan cara-cara SBY dan AHY sungguh telah menimbulkan kegaduhan dan keresahan di tengah masyarakat kita di saat bangsa Indonesia dan pemerintahan Bapak Jokowi sedang bersungguh-sungguh mengatasi pandemi COVID-19 dan berusaha membangun sendi-sendi kehidupan nasional,” pungkasnya. (CP/***)

Latest news

Gus Yahya Tantang Muhaimin Buktikan Didukung Warga NU

JAKARTA -- Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf akhirnya merespon pernyataan politik Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang...

Elektabilitasnya Tinggi, Pengamat Sebut Jokowi akan Dukung Ganjar

JAKARTA -- Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya, mengungkapkan analisisnya terkait pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rakernas V kelompok relawan Projo terkait...
Baca Juga :  Pertikaian di Partai Mantan Presiden Memasuki Episode Pemecatan 7 Tokoh Kader

Siap-Siap, NIK Menyatu dengan Nomor Pokok Wajib Pajak di 2023

JAKARTA -- Penyatuan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sudah dijadwal mulai berlaku penuh pada 2023 mendatang. Hal tersebut merupakan...

Wamenag Minta UAS Mengambil Hikmah dari Peristiwa yang Dialaminya

JAKARTA -- Penolakan kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) oleh pihak imigrasi Singapura masih menjadi topik hangat dan bahkan mengarah pada polemik di tanah air...

Simulasi Capres versi Indo Riset, Ganjar Libas Prabowo dan Anies

JAKARTA -- Lembaga survei nasional Indo Riset merilis hasil survei elektabilitas calon presiden (Capres) dalam diskusi bertajuk Pemilu 2024 dan Potensi Pilpres Dua...
- Advertisement -

Related news

Gus Yahya Tantang Muhaimin Buktikan Didukung Warga NU

JAKARTA -- Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf akhirnya merespon pernyataan politik Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang...

Statement Sutiyoso Terkait Etnis China Dipersoalkan Publik

JAKARTA - -Wakil Ketua Umum DPP sekaligus Juru Bicara Partai Garuda, Teddy Gusnaidi mengkritisi eks Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen (Purn) Sutiyoso yang...

KPK Tengarai Uang Suap Auditor BPK dari Kontraktor Bogor

JAKARTA -- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini fokus pendalaman atas dugaan adanya perintah Bupati Bogor nonaktif, Ade Yasin (AY) untuk mengumpulkan uang...

Elektabilitasnya Tinggi, Pengamat Sebut Jokowi akan Dukung Ganjar

JAKARTA -- Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya, mengungkapkan analisisnya terkait pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rakernas V kelompok relawan Projo terkait...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here