Rabu, 17 Agustus 2022

Reskrim Polsek Medan Helvetia Libas Pemeras di Angkutan Umum

MEDAN — Aparat Reskrim Polsek Medan Helvetia berhasil meringkus pelaku pemerasan disertai aksi kekerasan di atas angkot di Kota Medan. Saat beraksi, pelaku tersangka bernama Embang (32) warga Aceh Besar, dengan aksinya tidak segan-segan melukai korban dengan menggunakan  Sajam (senjata tajam). 

Menurut Kanit Reskrim Polsek Medan Helvetia, Iptu Pol Zuhatta Mahadi, ihwal penangkapan pelaku berawal dari laporan korban berinisial M dan S. Kedua korban yang saat itu pulang ke rumahnya di daerah Tembung diperas oleh pelaku dan seorang rekannya di atas angkot KPUM 65 pada Kamis 24 Juni 2021 lalu.

“Saat di atas angkot, pelaku Embang dan rekannya tanpa alasan yang jelas meminta ongkos kepada korban,” ungkap Iptu Pol Zuhatta kepada kabarindo24jam, Rabu (14/7/2021). Korban pun merasa heran karena dimintai ongkos meski belum sampai ke tujuan.

Korban kemudian mempertanyakan hal tersebut. Karena sopir angkot memilih tidak berbicara, korban kemudian memberikan ongkos kepada pelaku sebesar Rp10.000.

“Lalu korban Manalu langsung memberikan ongkos kepada pelaku sebesar Rp10.000. Namun pelaku meminta lebih kepada korban dan pada saat membuka tas sandangnya, tiba-tiba tangan pelaku masuk ke dalam tas.

Baca Juga :  Operasi Zebra 2021 di Jakarta Dengan Edukasi, Persuasif dan Humanis

Selain itu, melihat pelaku mencoba mengambil isi tasnya, korban kemudian menahan tangannya. Namun pelaku berhasil menarik uang sebesar Rp20.000 dari tas korban. 

Selanjutnya,  pelaku langsung memukul leher Manalu dengan menggunakan tangan kirinya dua kali serta menusuk bagian kaki sebelah kiri korban dengan menggunakan paku payung tiga kali.

“Kemudian para pelaku langsung pergi. Lalu korban melaporkan kejadian tersebut, “ujar Zuhatta yang kemudian memerintahkan anggotanya melakukan penyelidikan dan tak lama berhasil mengungkap identitas salah satu tersangka.

Tak membutuhkan waktu lama, petugas menangkap tersangka Embang dan mengamankan di Mapolsek Medan Helvetia. “Sedangkan rekan tersangka yang berinisial R saat ini masih dalam pengejaran petugas,” jelas Zuhatta.

Dalam pemeriksaan, tersangka Embang mengakui sudah beraksi dua kali. Saat beraksi, pelaku mengaku dalam keadaan mabuk untuk meningkatkan kepercayaan diri. “Sudah dua kali, dapatnya Rp 30.000 bagi dua sama kawan satu lagi,” ucapnya. (Loebis)

Latest news

Merasa Dikriminalisasi, Bendum PBNU Janji Libas Mafia Hukum

JAKARTA - Setelah satu hari namanya terkonfirmasi petugas Imigrasi sebagai orang yang dicekal berdasarkan permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bendahara Umum (Bendum) Pengurus Besar...
Baca Juga :  Sebelum Selidiki Dugaan Korupsi Formula E, KPK Punya Bukti Awal

Pengendara Terobos Jalur Busway, Warganet Dukung Ditlantas PMJ

JAKARTA -- Dalam video viral di media sosial (medsos) baru-baru ini, Toyota Fortuner berpelat B 1497 RFY berjalan di jalur busway, tepat di belakang...

Purnawirawan Bintang Dua Jadi Tersangka Kasus Satelit

JAKARTA -- Kejaksaan Agung Republik Indoensia (Kejagung) akhirnya menetapkan mantan Dirjen Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) 2013-2016, Laksamana Muda (Purn) berinisial AP sebagai tersangka...

Pendalaman Kasus Bupati Bogor, KPK Garap Wakil Bupati dan Anen

JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin mendalami kasus dugaan suap pengurusan laporan keuangan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tahun 2021 kepada pejabat dan...

Kakorlantas Tekankan Edukasi dan Preventif dalam Operasi Patuh

JAKARTA -- Satuan Lalulintas Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di seluruh Indonesia mulai hari ini menggelar Operasi Patuh selama 14 hari ke depan. Yang menarik,...
- Advertisement -

Related news

Ulama di Jawa Barat Dukung Ganjar Jadi Presiden 2024-2029

CIANJUR -- Mantan anggota DPR RI dua periode yang kini menjabat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memang sosok fenomenal dan kharismatik. Tak heran, ketika...

Setelah Irjen Sambo, Satu Brigadir Jendral dan Kombes Dinonaktifkan dari Jabatannya

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya mendengar aspirasi publik dengan menonaktifkan sementara dua anggotanya buntut dari kematian Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir...

Sekretaris Kompolnas Dituding Jadi Pembela Irjen Sambo

JAKARTA -- Komentar dan pernyataan Sekretaris Lembaga Kompolnas Benny Mamoto dalam wawancara di beberapa televisi nasional menuai kritik dari masyarakat luas lantaran dianggap lebih...

Merasa Dikriminalisasi, Bendum PBNU Janji Libas Mafia Hukum

JAKARTA - Setelah satu hari namanya terkonfirmasi petugas Imigrasi sebagai orang yang dicekal berdasarkan permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bendahara Umum (Bendum) Pengurus Besar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here