Senin, 15 April 2024

Mahasiswa Demo Desak KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pengadaan CSRT

JAKARTA – Kesal dan geram lantaran belum adanya upaya penegakan hukum dalam dugaan korupsi pengadaan Citra Satelit Resolusi Tinggi (CSRT) di Badan Informasi Geospasial (BIG), massa Aktivis Mahasiswa Nasionalis Peduli Keadilan (AMNPK)  mengadakan unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Selasa (9/2/2021).

Dalam aksinya, ratusan massa AMNPK mendesak KPK untuk mengusut dugaan korupsi pengadaan CRST tahun anggaran 2015 yang melibatkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), PT Ametis Indogeo Prakarsa serta PT Bhumi Prasaja.

“Kerugian negara dari dugaan korupsi yang melibatkan BIG dan LAPAN serta 2 Perusahaan diperkirakan sebesar Rp 179 Milyar. Tapi sampai kini Direktur Utama PT Bhumi Prasaja belum ditetapkan sebagai tersangka, padahal berdasarkan info yang kami terima PT Bhumi terlibat dalam dugaan kasus korupsi pengadaan CSRT,” ungkap Koordinator Lapangan AMNPK, Haiyan kepada wartawan, Selasa (9/2/2021).

Lebih lanjut Haiyan mengatakan, keterlibatan Direktur Utama PT Bhumi Prasaja dalam dugaan kasus korupsi pengadaan CSRT itu sangatlah kuat. Dimana menurut Haiyan sejak awal proses pengadaan CSRT tersebut, ada kesepakatan antara oknum petinggi BIG dan LAPAN untuk merekayasa proyek tersebut dalam bentuk perencanaan dan pengadaan anggaran untuk produk dan jasa.

Baca Juga :  Halo Polisi Ungkap Peran Satuan Lantas Polrestabes Medan Dalam Pencegahan Covid-19

“Diduga Direktur Utama PT Bhumi Prasaja RAA melakukan penyuapan sejumlah uang sebagai fee (komisi) kepada petinggi BIG dan LAPAN. Jelas tindakan pejabat BIG dan LAPAN ini bertentangan dengan pengaturan barang dan jasa yang telah ditentukan oleh pemerintah,” jelasnya.

Oleh karena itu lanjut Haiyan, mereka mendesak agar KPK segera memeriksa dan menetapkan Direktur Utama PT. Bhumi Prasaja RAA sebagai tersangka karena diduga terlibat dalam dugaan korupsi CSRT. “Kami juga meminta penyelidik KPK agar menelusuri masalah ini dan mengusutnya sampai tuntas,” pungkas Haiyan. (Sup)

Latest news

- Advertisement -spot_img

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini