Senin, 15 April 2024

Samsul dan Marullah Sama Kuat, Pemilihan Ketua PWNU DKI Ditentukan oleh PBNU

JAKARTA — Konferensi Wilayah (Konferwil) XX Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta pada Jumat-Ahad, 2-4 April 2021 di Hotel Sultan–Jakarta Pusat, telah selesai. Salah satu hasilnya, KH Muhyidin Ishaq terpilih sebagai Rais Syuriyah PWNU DKI masa khidmat 2021-2026

Namun begitu, tersisa satu persoalan yang belum bisa terselesaikan di arena persidangan. Yaitu soal Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta yang baru. Dua calon Ketua PWNU DKI Jakarta KH Samsul Ma’arif dan H. Marullah Matali yang diusulkan oleh peserta sidang, sama-sama kuat.

Dimana dalam pemilihan, keduanya mendapatkan tiga suara dari total enam suara PCNU se-DKI yang berjumlah enam wilayah setelah dua kali putaran pemilihan. Dengan demikian terjadi kebuntuan karena keduanya memiliki dukungan yang sama.

Berdasarkan Tata Tertib Pemilihan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta masa khidmat 2021-2026 pasal 5 ayat 4 huruf f, jika masing-masing calon mendapatkan perolehan sama maka putusan akan diserahkan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

“Karena dua kali putaran masing-masing calon sama-sama mendapatkan tiga suara, menurut tata tertib pemilihan pasal 5 ayat 4 huruf f tadi, maka (pemilihan) diserahkan kepada PBNU,” ungkap Pimpinan Sidang Pleno IV H Andi Najmi Fuadi seperti dikutip dari laman resmi NU, Senin (5/4/2021).

Andi menyatakan bahwa secepatnya akan dilaksanakan pemilihan Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta yang tidak bisa selesai dalam waktu tiga hari ini. Usai gelaran Konferwil ini, ia akan segera membuat laporan tertulis dan lisan lalu akan direspons melalui mekanisme yang akan dilakukan PBNU.

Baca Juga :  KARAM Demokrasi Koalisi Rakyat Menggugat Demokrasi Gelar Aksi Tuntut Keadilan Pemilu 2024 di Depan Komisi Pemilihan Umum

Menurutnya, pemilihan yang dilakukan itu tidak sama dengan perhelatan Konferwil. Seluruh mekanisme akan segera dibicarakan oleh internal PBNU agar segera terlaksana sesuai amanah tata tertib pemilihan yang telah disepakati oleh peserta sidang.

“Saya kira enggak (berbeda dengan Konferwil). (Pemilihan) itu keputusan PBNU. Nanti mekanismenya seperti apa untuk memutuskan tanfidziyah (akan dilakukan) musyawarah internal. Tapi saya nggak tahu persis seperti apa. Tapi yang pasti tidak bakal begini lagi (Konferwil). Ini sesuai dengan tatib tadi,” jelas Andi.

Sebelumnya, KH Muhyidin Ishaq telah terpilih sebagai Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta 2021-2026 melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi. Pengumuman itu disampaikan salah seorang Anggota Ahlul Halli wal Aqdi KH Luqman Hakim Hamid.

“Dengan demikian diputuskan Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta Masa Bakti 2021-2026 kepada beliau yang terhormat KH Muhyidin Ishaq,” ujar Kiai Luqman.

Putusan itu disepakati seluruh Anggota Ahlul Halli wal Aqdi yang berjumlah tujuh orang yakni KH Muhyidin Ishaq, KH Kamaludin, KH Luqman Hakim Zainudin, KH Mawardi, KH Abdul Muin, dan KH Luqman Hakim Hamid. (****)

Latest news

- Advertisement -spot_img

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini