Rabu, 17 Agustus 2022

Setelah Isu Kudeta, Marzuki Alie Tak Yakin Kemampuan AHY Jadi Ketua Partai

JAKARTA — Polemik soal adanya upaya mengkudeta alias mengambil alih secara paksa kepemimpinan Partai Demokrat dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tak cuma menimbulkan kegaduhan politik nasional, tetapi juga menguak beragam permasalahan di internal partai besutan mantan Presiden RI 2004-2014, Susilo Bambang Yudhoyono ini.

Belakangan beredar informasi banyak tokoh senior Partai Demokrat di pusat dan daerah yang merasa kurang yakin pada kompetensi dan kapasitas AHY dalam menjalankan tugas dan fungsi Ketua Umum DPP. Kebanyakan cenderung melihat AHY bisa eksis karena intervensi sang ayah, Susilo Bambang Yudhoyono.

Ketidakyakinan terhadap sosok AHY juga disampaikan oleh mantan Sekretaris Jendral Partai Demokrat yang juga menjabat Ketua DPR RI periode 2009-2014, Marzuki Alie, saat menjadi narasumber acara bincang-bincang tanpa sensor di akun Youtube politikus senior Akbar Faizal, baru-baru ini.

Seperti dikutip pada Senin (15/2/2021), Akbar Faizal mempertanyakan mengapa kader-kader senior kehilangan kepercayaan terhadap AHY walaupun dia adalah figur yang cemerlang.dengan status peraih Adhi Makayasa di Akmil dan juga seorang alumni universitas terkemuka di dunia, Harvard.

Baca Juga :  Perangi Mafia Tanah, Kementerian ATR - BPN Ajak Polisi, Jaksa dan Hakim

Marzuki mengatakan, partai Demokrat sudah menjadi partai keluarga. Dia pun menepis sanggahan mantan Sekretaris Dewan Pembina Demokrat Andi Mallarangeng yang menyebutkan dipilih berdasarkan hasil surveinya yang tinggi.

Dia pun menyatakan, mengelola partai bukanlah berdasarkan survei. “Mengelola partai ini ada ilmunya, ada pengalamannya, ada wise nya. Ga mungkin orang ujug-ujug karena survei tinggi langsung duduk sebagai ketua partai. Ini cara pikirnya ga nyambung,” ujar Marzuki yang juga salah satu pendiri Demokrat.

Lain hal, tambahnya, jika mencari calon presiden atau calon gubernur yang memang harus menggunakan survei popularitas dan keterpilihan. “Karena kita mencari orang yang mau menang kan. Tapi kalau ingin menjadi pemimpin partai politik, tentu harus yang punya pengalaman,” imbuhnya.

Menurut Marzuki, tidak ada omongannya yang fitnah untuk partainya. “Tapi karena saya difitnah keluar marah. Aslinya keluar. Inilah aslinya. Apa yang saya rasakan selama ini saya tahan-tahan akhirnya saya keluarkan,” ujar Marzuki yang melihat AHY bukan figur yang arif dan dewasa dalam berpolitik. (COK/***)

Latest news

Ulama di Jawa Barat Dukung Ganjar Jadi Presiden 2024-2029

CIANJUR -- Mantan anggota DPR RI dua periode yang kini menjabat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memang sosok fenomenal dan kharismatik. Tak heran, ketika...
Baca Juga :  Polri Ambil Peran Penting Dalam Upaya Meningkatkan Kerukunan hidup Berbangsa

Setelah Irjen Sambo, Satu Brigadir Jendral dan Kombes Dinonaktifkan dari Jabatannya

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya mendengar aspirasi publik dengan menonaktifkan sementara dua anggotanya buntut dari kematian Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir...

Merasa Dikriminalisasi, Bendum PBNU Janji Libas Mafia Hukum

JAKARTA - Setelah satu hari namanya terkonfirmasi petugas Imigrasi sebagai orang yang dicekal berdasarkan permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bendahara Umum (Bendum) Pengurus Besar...

Prabowo – Muhaimin Jajaki Duet di Pilpres 2024

JAKARTA -- Usai hiruk-pikuk Rakernas Partai Nasdem 2022 yang mengusulkan tiga nama Calon Presiden, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto langsung merespon hal tersebut dengan...

Partai Berkarya Gelar Upgrading Pengurus DPP untuk Hadapi Pemilu

KARAWANG -- Partai Berkarya kubu Ketua Umum Mayjend Purn TNI Muchdi Purwopranjono menggelar upgrading Pengurus DPP atau pembekalan materi khusus dalam rangka persiapan dan...
- Advertisement -

Related news

Ulama di Jawa Barat Dukung Ganjar Jadi Presiden 2024-2029

CIANJUR -- Mantan anggota DPR RI dua periode yang kini menjabat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memang sosok fenomenal dan kharismatik. Tak heran, ketika...

Setelah Irjen Sambo, Satu Brigadir Jendral dan Kombes Dinonaktifkan dari Jabatannya

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya mendengar aspirasi publik dengan menonaktifkan sementara dua anggotanya buntut dari kematian Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir...

Sekretaris Kompolnas Dituding Jadi Pembela Irjen Sambo

JAKARTA -- Komentar dan pernyataan Sekretaris Lembaga Kompolnas Benny Mamoto dalam wawancara di beberapa televisi nasional menuai kritik dari masyarakat luas lantaran dianggap lebih...

Merasa Dikriminalisasi, Bendum PBNU Janji Libas Mafia Hukum

JAKARTA - Setelah satu hari namanya terkonfirmasi petugas Imigrasi sebagai orang yang dicekal berdasarkan permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bendahara Umum (Bendum) Pengurus Besar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here