Senin, 15 April 2024

Setelah Isu Kudeta, Marzuki Alie Tak Yakin Kemampuan AHY Jadi Ketua Partai

JAKARTA — Polemik soal adanya upaya mengkudeta alias mengambil alih secara paksa kepemimpinan Partai Demokrat dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tak cuma menimbulkan kegaduhan politik nasional, tetapi juga menguak beragam permasalahan di internal partai besutan mantan Presiden RI 2004-2014, Susilo Bambang Yudhoyono ini.

Belakangan beredar informasi banyak tokoh senior Partai Demokrat di pusat dan daerah yang merasa kurang yakin pada kompetensi dan kapasitas AHY dalam menjalankan tugas dan fungsi Ketua Umum DPP. Kebanyakan cenderung melihat AHY bisa eksis karena intervensi sang ayah, Susilo Bambang Yudhoyono.

Ketidakyakinan terhadap sosok AHY juga disampaikan oleh mantan Sekretaris Jendral Partai Demokrat yang juga menjabat Ketua DPR RI periode 2009-2014, Marzuki Alie, saat menjadi narasumber acara bincang-bincang tanpa sensor di akun Youtube politikus senior Akbar Faizal, baru-baru ini.

Seperti dikutip pada Senin (15/2/2021), Akbar Faizal mempertanyakan mengapa kader-kader senior kehilangan kepercayaan terhadap AHY walaupun dia adalah figur yang cemerlang.dengan status peraih Adhi Makayasa di Akmil dan juga seorang alumni universitas terkemuka di dunia, Harvard.

Baca Juga :  KPK Terus Gali Keterangan Saksi Dugaan Rasuah Proyek Formula E

Marzuki mengatakan, partai Demokrat sudah menjadi partai keluarga. Dia pun menepis sanggahan mantan Sekretaris Dewan Pembina Demokrat Andi Mallarangeng yang menyebutkan dipilih berdasarkan hasil surveinya yang tinggi.

Dia pun menyatakan, mengelola partai bukanlah berdasarkan survei. “Mengelola partai ini ada ilmunya, ada pengalamannya, ada wise nya. Ga mungkin orang ujug-ujug karena survei tinggi langsung duduk sebagai ketua partai. Ini cara pikirnya ga nyambung,” ujar Marzuki yang juga salah satu pendiri Demokrat.

Lain hal, tambahnya, jika mencari calon presiden atau calon gubernur yang memang harus menggunakan survei popularitas dan keterpilihan. “Karena kita mencari orang yang mau menang kan. Tapi kalau ingin menjadi pemimpin partai politik, tentu harus yang punya pengalaman,” imbuhnya.

Menurut Marzuki, tidak ada omongannya yang fitnah untuk partainya. “Tapi karena saya difitnah keluar marah. Aslinya keluar. Inilah aslinya. Apa yang saya rasakan selama ini saya tahan-tahan akhirnya saya keluarkan,” ujar Marzuki yang melihat AHY bukan figur yang arif dan dewasa dalam berpolitik. (COK/***)

Latest news

- Advertisement -spot_img

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini