Kabarindo24jam.com GRESIK – Tugboat TB MT20 1301 dilaporkan tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Minggu (13/9/2026) sore. Kapal tersebut saat kejadian sedang menarik tongkang BG M80-1301. Insiden ini sempat memicu operasi pencarian setelah keberadaan tongkang yang menjadi tempat berlindung delapan anak buah kapal (ABK) tidak segera diketahui.
Informasi terbaru pada Selasa (15/9/2026) menyebut seluruh delapan ABK berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Mereka sebelumnya menyelamatkan diri dari tugboat yang tenggelam dengan berpindah ke atas BG M80-1301 yang kemudian hanyut setelah jangkarnya putus.
Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit mengatakan, informasi penyelamatan delapan ABK diterima tim SAR setelah kapal SPOB BRM 400 menemukan tongkang tersebut. Kapal itu kemudian membawa para ABK menuju Semarang untuk proses penjemputan dan penanganan lebih lanjut oleh unsur SAR setempat.
Dalam perkembangan operasi SAR, BG M80-1301 dilaporkan ditemukan di sekitar koordinat 05°52.552′ Lintang Selatan dan 111°38.947′ Bujur Timur. Informasi tersebut diterima ketika KN SAR Permadi melakukan penyisiran di perairan barat Bawean.
Setelah menerima kabar bahwa tongkang bersama delapan kru telah ditemukan, operasi pencarian terhadap mereka dihentikan.
KUPP Kelas III Bawean menyebut delapan ABK kemudian dievakuasi oleh SPOB BRM 400 menuju Semarang. Sementara itu, tongkang BG M80-1301 ditarik menggunakan TB Rava III dengan tujuan Tegal.
Pihak operator, PT Dharmalancar Sejahtera, juga membenarkan bahwa seluruh kru telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Sebelumnya, laporan mengenai kecelakaan tersebut menyebut sinyal darurat atau EPIRB dari TB MT20 1301 terdeteksi pada Minggu sekitar pukul 15.50 WIB. Posisi kapal saat itu diperkirakan sekitar 15 mil laut atau sekitar 27,8 kilometer dari Pulau Bawean.
Setelah kapal utama tenggelam, delapan ABK diketahui bertahan di atas tongkang yang ditariknya. Kondisi menjadi lebih sulit setelah jangkar tongkang putus sehingga BG M80-1301 hanyut dan posisinya tidak segera diketahui secara pasti. Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian dengan melibatkan unsur Basarnas, kepolisian perairan dan pihak pelabuhan.
KN SAR Permadi dikerahkan untuk mendukung pencarian. Kapal tersebut sebelumnya berada di wilayah Gresik dalam operasi pencarian korban kecelakaan KM Virgo Transport 8, kemudian dialihkan untuk membantu pencarian delapan ABK TB MT20 1301 di sekitar Bawean.
Mengenai penyebab kecelakaan, laporan awal menyebut TB MT20 1301 diduga mengalami masalah setelah menghadapi cuaca buruk dan gelombang tinggi di perairan Bawean. Data yang dikutip dalam laporan awal menyebut tinggi gelombang sekitar 1,5 hingga 2,5 meter. Namun, penyebab resmi tenggelamnya kapal belum dapat dinyatakan sebagai kesimpulan akhir hanya berdasarkan informasi awal tersebut.
TB MT20 1301 diketahui milik PT Dharmalancar Sejahtera. Sebelum kecelakaan, tugboat tersebut dilaporkan berlayar dari Rembang, Jawa Tengah, dengan tujuan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
(Ls/*)







