Kamis, 17 Juni 2021

Tindakan Brutal Menimpa Rakyat Myanmar, PBB ‘Warning’ Pengendali Militer

NAYPYATAW —  Unjuk rasa rakyat Myanmar menentang kepemimpinan militer yang merebut kekuasaan dari pemerintah sipil hasil demokrasi kian meluas dan terjadi di seluruh kota. Berbagai aksi rakyat selama dua pekan, khususnya pemogokan aktivitas pelayanan dan jasa publik oleh kalangan pegawai serta profesional, dibalas pihak militer dengan aksi penangkapan, tindak kekerasan, pemadaman listrik, dan pemblokiran akses internet juga saluran informasi.

Tindakan sewenang-wenang dan brutal rezim militer itu memantik reaksi keras Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Tak ayal, pihak PBB memberi ‘warning’ atau ‘peringatan’ kepada pengendali dan elit tentara Myanmar tentang konsekuensi tegas atas setiap tanggapan atau tindakan keras terhadap para demonstran yang menentang kudeta militer.

Juru bicara markas PBB, Farhan Haq, seperti dikutip dari sejumlah kantor berita internasional, Selasa (16/2/2021), menyatakan PBB telah mengirim pesan peringatan keras secara langsung kepada pimpinan militer melalui utusan khusus PBB di Asia Tenggara, Schraner Burgener. kepada wakil kepala junta militer dalam satu komunikasi yang langka antara tentara Myanmar dan dunia luar.

“MS. Schraner Burgener telah menegaskan kepada penguasa militer harus menghormati hak rakyat berkumpul secara damai dan menjamin bahwa para demonstran tidak dikenakan pembalasan (tindakan refresif),” katanya.

Menurut Farhan, utusan khusus PBB juga menyampaikan kepada pengendali militer bahwasanya seluruh dunia kini sedang mengawasi situasi di Myanmar. “Segala bentuk tindakan keras kemungkinan besar akan memiliki konsekuensi yang parah,” jelas Farhan Haq.

Namun Farhan tak merinci lebih jauh apa tanggapan dari Menteri Pertahanan hasil kudeta, Jendral Soe Win, yang berbicara melalui saluran telepon dengan utusan khusus PBB. Farhan  menyebutkan bahwa Soe Win hanya memberi informasi tentang rencana pihaknya dan situasi sebenarnya di Myanmar menurut versi militer.

Baca Juga :  Dunia Harus Bertindak Mencegah Pembantaian Rakyat Myanmar Oleh Penguasa Militer

Seperti diketahui, rezim militer telah mengerahkan kendaraan lapis baja di beberapa kota besar akhir pekan kemarin dan memutus jaringan komunikasi untuk meredam aksi unjuk rasa yang digelar rakyat dua hari setelah militer melakukan kudeta pada 1 Februari 2021.

Tapi hal itu tak lantas membuat takut rakyat. Ratusan aktivis demokrasi pada Selasa 16 Februari dengan berani memblokir layanan kereta antara Yangon dan kota di bagian selatan, Mawlamyine. “Massa ke jalur kereta api sambil melambaikan plakat untuk mendukung gerakan pembangkangan,” seperti terlihat dalam video streaming media Myanmar.

Ribuan orang juga berkumpul di dua tempat di kota utama Yangon – di lokasi protes tradisional dekat kampus universitas utama dan di bank sentral. Para pengunjuk rasa berharap untuk menekan staf untuk bergabung dengan gerakan pembangkangan sipil. Sementara, puluhan biksu Buddha memprotes kudeta tersebut dengan doa. 

Sementara itu, penguasa Militer melalui Juru Bicara Dewan Administrasi Negara Brigadir Jenderal Zaw Min Tun menyampaikan bantahan atas tuduhan kudeta. Menurutnya, tindakan Militer (Tatmadaw) dianggapnya sejalan dengan konstitusi 2008 rancangan militer dan bukan kudeta.

Zaw menyebutkan bahwa pemerintahan sementara akan melanjutkan pemilihan umum sesuai garis waktu yang ditetapkan dan mengklaim militer tidak akan melakukan lebih banyak tindakan keras. Namun Zaw tidak memastikan kapan pemilihan tersebut digelar.

“Tujuan kami adalah mengadakan pemilihan dan menyerahkan kekuasaan kepada pihak yang menang secara demokratis,” ujar Zaw dalam konferensi pers yang dilansir media South Morning China, Selasa, 16 Februari 2021 waktu setempat.

Baca Juga :  Dorong Persatuan dan Perdamaian, Presiden Dewan Eropa Kunjungi Libya

(RTR/CNA/AFP)

- Advertisement -

Latest news

Benjamin Netanyahu Lengser, Tapi PM Israel yang Baru Tetap Keras Terhadap Palestina

TEL AVIV -- Parlemen Israel akhirnya menyetujui pemerintahan koalisi baru Israel yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Naftali Bennett, Minggu (13/6) waktu setempat. Ini menandai berakhirnya...

Militer Myanmar Seret Pemimpin Demokrasi ke Pengadilan, PBB Desak Pembebasan

YANGOON -- Pemimpin Liga Nasional Demokrasi (LND), partai pemenang pemilihan umum Myanmar pada 2020 sekaligus pemimpin utama negara yang digulingkan militer, Aung San Suu Kyi,...

Ulah Militer Bikin Chaos Politik, Presiden dan Perdana Menteri Mali Mengundurkan Diri

BAMAKO -- Menyusul kekacauan politik setelah penangkapan para pemimpin utama oleh pihak militer, Presiden sementara dan perdana menteri negara Mali akhirnya mengundurkan diri, Rabu (26/5/2021)....

Perang Israel dengan Palestina Bukan Gara-Gara Rebutan Tanah, Melainkan Penjajahan!!

LEBANON -- Konflik Palestina-Israel sejatinya disebabkan oleh aksi penjajahan oleh Israel, jadi bukan konflik lahan yang selama ini selalu dinarasikan golongan tertentu. Dan penjajahan...

Serangan Militer Israel ke Gaza Bikin Sekjen PBB Prihatin, Presiden Jokowi Mengutuk!!

NEW YORK -- Meskipun Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) belum bersikap dan baru pada Minggu (16/5/2021) akan melakukan rapat resmi terkait serangan yang dilakukan Israel di...
- Advertisement -

Related news

Serap Aspirasi dan Komunikasi dengan Masyarakat, Bupati Bogor Gelar Boling

CIBINONG -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar program Rebo Keliling (Boling) secara daring dan luring di Kecamatan Klapanunggal. Bupati Bogor Ade Yasin memastikan bahwa...

Dinkes Kesehatan Kabupaten Bogor Kerahkan 101 Puskesmas untuk Intens Lakukan 3T

CIBINONG - Guna mengantisipasi lonjakan kasus baru Covid-19 serta untuk mengoptimalkan penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor menginstruksikan 101 Puskesmas...

Bikin Berbagai Gebrakan, DPR RI Puji Kinerja Kapolri Listyo Sigit

JAKARTA -- Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo selama beberapa bulan terakhir. Herman menyebut digitalisasi...

Usulkan ke Raja Malaysia Bentuk Dewan Nasional, Mahathir Tak Ambisi Lagi Jadi Perdana Menteri

KUALA LUMPUR -- Mantan Perdana Menteri Malaysia Dr Mahathir Mohamad buka suara menolak klaim yang menyebutnya mencoba kembali ke Putrajaya (kantor Perdana Menteri, Red) dengan...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here