Senin, 15 April 2024

Vacuum Cleaner Produksi SCNP Grup Tembus Pasar Amerika Serikat

BOGOR – Di tengah pandemi Covid-19 banyak perusahaan yang tak sanggup bertahan hingga akhirnya menutup operasionalnya. Namun berbeda dengan PT Selaras Citra Busantara Perkasa Tbk (SCNP) yang justru mampu melakukan ekspor produk  Vacuum Cleaner Bissel berlabel Turbo ke Amerika Serikat (AS).

Sukses menembus pasar AS ini ditandai dengan pemberangkatan enam kontainer yang memuat 5.962 unit Vacuum Cleaner Bissel (VCB) dari pabrik SCNP di kawasan Cileungsi, Kabupaten Bogor ke Pelabuhan Tanjung Priok-Jakarta Utara, Kamis (11/02/2021).

Pada tahun ini, sebanyak 2,2 juta unit vacuum cleaner akan diproduksi massal oleh anak perusahaan SCNP yaitu PT Selaras Donlim Indonesia (SDI) dan diekspor ke AS dengan nilai lebih dari Rp 800 miliar.

Dan untuk memenuhi kebutuhan pasar AS yang mencapai 4,8 juta unit dengan nilai lebih dari 1,6T. SCNP terus menggenjot produksi vacuum cleaner dengan menyerap tenaga kerja lokal lebih dari 500 orang.

“Perangkat vacuum cleaner tersebut dirancang menggunakan teknologi yang canggih, dari hasil pengembangan bersama antara Donlim, Bissel dan SCNP,” kata Shirly Effendy selaku Direktur Operasional Perseroan kepada kabarindo24jam, Kamis (11/2/2021).

Berdasarkan data pasar 2021, lanjut Shirly, proyeksi penjualan segmen produk vacuum cleaner di Amerika hingga 2025 potensi pasar akan terus bertumbuh 1,7 persen setiap tahunnya. “SCNP terus melakukan terobosan berkelanjutan baik dari sisi pengembangan produk maupun perluasan pasar baik dalam skala lokal maupun global,” ungkapnya.

Shirly menambahkan, aktivitas ekspor tersebut berkontribusi secara signifikan bagi perekonomian Indonesia. Ada empat hal yang menjadi perhatian khusus. Diantaranya, meningkatnya penetrasi pasar konsumen elektronik di USA.

Baca Juga :  Padepokan KKBK Diresmikan Kepala BNPT, Ditutup Aksi Rhoma Irama

Selain itu, masuknya tambahan devisa bagi perekonomian Indonesia dan bertambahnya lapangan kerja bagi pasar tenaga kerja domestik, serta terjadinya proses transfer teknologi dari negara China ke Indonesia.

“Perekonomian global maupun domestik secara bertahap akan kembali pulih dengan gencarnya dukungan pemerintah terhadap para pelaku industri, terutama dari sektor manufaktur. Sehingga perusahaan sangat optimis bahwa volume produksi massal untuk vacuum cleaner ini dalam jangka pendek akan mencapai figur 2 hingga 3 juta unit per tahun,” jelasnya.

Jebolnya ekspor VCB yang dinilai akan memperkuat kurs rupiah terhadap dolar Amerika tersebut disanjung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Barat, Saifullah Nasution. 

Dirinya menyebut, pada masa pandemi Covid-19 saat ini, pemerintah sedang memberikan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Pertama, menjamin ketersediaan konsumsi masyarakat tetap berjalan. Itu lebih fokus kepada Pemda yang mengatasi. Kedua, investasi dan ketiganya ekspor yang merupakan peran kami,” tuturnya.

Dia menerangkan, dalam hal itu para pelaku ekspor harus mendapatkan dukungan penuh. Karena dengan meningkatkan transaksi ekspor ditaksir dapat membantu investasi masuk ke dalam negeri. 

Artinya, tambah dia, terhadap prosesnya kami memberikan kemudahan yang sebesar-besarya agar PEN ini bisa kembali menormalkan ekonomi Indonesia sebelum pandemi Covid-19 berakhir.

“Bagaimana caranya Bea Cukai memfasilitasi hal itu? Salah satunya dengan memberikan penangguhan biaya masuk, ppn, pph dan lainnya itu dari segi fiskalnya. Yang non fiskalnya, buat terobosan-terobosan pada kawasan ekonomi khusus,” tandas Saifullah. (Meisa)

Latest news

- Advertisement -spot_img

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini