Kedubes AS Turut Memperingati Pertempuran Selat Sunda Bersama Indonesia dan Australia

Kabarindo24jam.com | Banten, Indonesia – Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Peter M. Haymond, bergabung dengan perwakilan angkatan laut Indonesia, Australia, dan Amerika Serikat, pejabat maritim, serta para pemimpin pemerintahan menandai peringatan 84 tahun Pertempuran Selat Sunda. Upacara ini merupakan bentuk penghormatan atas keberanian dan pengorbanan tertinggi para pelaut dan marinir yang gugur dalam pertempuran Perang Dunia II tersebut, khususnya awak USS Houston (CA-30) dan HMAS Perth I yang tenggelam di Teluk Banten pada 1 Maret 1942. Kegiatan ini juga menegaskan peran Indonesia sebagai penjaga perairan tempat peristirahatan terakhir kapal perang yang menjadi makam kedaulatan tersebut.

“Pada hari ini kita mengenang para pelaut USS Houston dan HMAS Perth yang gugur dalam Pertempuran Selat Sunda,” ujar KUAI Haymond. “Bersama mitra Indonesia dan Australia, kita diingatkan bahwa kebebasan dapat tetap terus terjaga melalui kemitraan, pengorbanan, dan komitmen bersama untuk merawat warisan sejarah ini bagi generasi mendatang.”

Penyelenggaraan peringatan di atas kapal Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) menegaskan kuatnya hubungan pertahanan maritim trilateral sekaligus tanggung jawab bersama dalam melindungi makam perang yang berdaulat serta warisan maritim. Perwakilan dari ketiga angkatan laut dan instansi maritim melakukan tabur karangan bunga di Selat Sunda sebagai bentuk penghormatan kepada para pelaut yang gugur. Kegiatan ini menunjukkan komitmen berkelanjutan untuk menjaga ingatan sejarah dan persahabatan antarbangsa yang terus membentuk kerja sama kawasan.

Upacara tersebut juga memperkuat kerja sama antara Amerika Serikat, Australia, dan Indonesia dalam menjaga perdamaian dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik. Kemitraan ini tetap penting seiring ketiga negara menghadapi tantangan bersama di bidang keamanan maritim, stabilitas kawasan, serta upaya perlindungan situs warisan seperti Teluk Banten. Sejumlah langkah yang tengah dilakukan antara lain melalui program hibah Ambassadors Fund for Cultural Preservation (AFCP) oleh Kedutaan Besar AS, pemanfaatan program Overseas Humanitarian, Disaster, and Civic Aid (OHDACA) untuk mendukung masyarakat sekitar, serta rencana survei bersama angkatan laut kedua negara pada 2026 di lokasi bangkai kapal.

Pertempuran Selat Sunda merenggut 696 pelaut dan marinir Amerika setelah pertempuran sengit pada malam hari di lepas pantai Jawa. Dari 368 awak USS Houston yang selamat dari tenggelamnya kapal, banyak yang tetap melakukan perlawanan meski ditawan di Jawa, Singapura, Myanmar, Thailand, dan Jepang. Hingga akhir perang, 291 awak USS Houston kembali ke Amerika sebagai pahlawan. Sejak 1945, USS Houston Survivors’ Association and Next Generations, yang sebelumnya bernama USS Houston Survivors Association, rutin menggelar pertemuan tahunan di Houston, Texas, untuk mengenang kapal tersebut dan para awaknya yang gagah berani.

Want to learn about more events in your area or causes you care about? Tell us about yourself and your interests here:

Update My Preferences

Follow @USEmbassyJKT for breaking news

For more information, please contact the U.S. Embassy Press Office.

U.S. Embassy Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 3-5, Jakarta Pusat 10110, Indonesia
Phone: +622150831000

(LS/*)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *