Kabarindo24jam.com | Middle East – Iran dilaporkan menolak untuk berpartisipasi dalam putaran terbaru perundingan damai dengan Amerika Serikat, di tengah meningkatnya ketegangan akibat blokade laut yang diberlakukan Washington serta perbedaan tajam terkait syarat negosiasi.
Media pemerintah Iran menyebut keputusan tersebut diambil karena apa yang dianggap sebagai tuntutan berlebihan dari pihak Amerika Serikat, perubahan posisi yang dinilai tidak konsisten, serta keberlanjutan blokade laut yang dinilai melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat menyatakan kesiapan untuk melanjutkan pembicaraan melalui delegasi yang direncanakan bertemu di Islamabad, Pakistan. Namun hingga saat ini, Iran belum mengonfirmasi keikutsertaannya dalam pertemuan tersebut.
Ketegangan antara kedua negara meningkat sejak diberlakukannya blokade laut oleh Amerika Serikat pada 13 April 2026, yang menargetkan aktivitas keluar-masuk kapal dari pelabuhan Iran.
Kebijakan ini diambil setelah perundingan sebelumnya tidak mencapai kesepakatan.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeluarkan pernyataan keras, termasuk ancaman serangan terhadap infrastruktur Iran apabila Teheran tidak menerima persyaratan yang diajukan Washington dalam proses negosiasi.
Perbedaan utama antara kedua pihak mencakup isu program nuklir Iran, durasi pembatasan aktivitas nuklir, serta tuntutan penghentian total pengayaan uranium oleh Amerika Serikat, yang ditolak oleh Iran.
Situasi ini juga berdampak pada stabilitas kawasan, termasuk penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran, jalur vital perdagangan energi global, yang sebelumnya sempat dibuka sementara selama masa gencatan senjata.
Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda kesepakatan dalam waktu dekat, sementara upaya diplomasi masih berlangsung melalui mediator internasional.
(Ls/*)







