Wawali Bogor Muncul di Tengah Publik, Tepis Isu Perpecahan dengan Dedie Rachim

Kabarindo24jam.com | Bogor kota –Setelah lebih dari dua minggu ‘menghilang’ alias tak pernah ngantor, Wakil Wali Kota (Wawali) Bogor Jenal Mutaqin muncul dan datang ke Balai Kota Bogor dalam kegiatan pembayaran pajak, Kamis (5/3/2026). Kehadiran Jenal ini sontak membantah seluruh spekulasi yang menerpa dirinya selama menghilang, terutama isu adanya perpecahan dengan Wali Kota Dedie A Rachim.

Dari pengamatan wartawan, Jenal datang ke Balai kota mengenakan pakaian lengan panjang berwarna cokelat dan celana panjang hitam, untuk membayar pajak. Kepada wartawan, dia mengaku telah bertemu dengan Wali Kota Dedie Rachim pada Rabu (4/3/2026) untuk membahas spekulasi yang berkembang.

Bacaan Lainnya

Namun, Jenal tidak menjelaskan lebih lanjut spekulasi maupun isu berkembang yang menerpa dirinya. “Saya juga baru tahu kemarin saat bertemu Pak Wali berkembangnya spekulasi dan isu ABCD, untung saya tidak aktifkan HP,” kata politisi Partai Gerindra tersebut.

Jenal pun menegaskan, bahwa dirinya tidak bertugas lantaran sakit dan memerlukan istirahat total. Terkait media sosial (medsos) pribadinya, ia mengaku sengaja dinonaktifkan untuk fokus pada upaya penyembuhan didampingi sang istri di kediamannya.

Kini, orang nomor 2 di Pemerintahan Kota Bogor itu sudah kembali bertugas meski dalam kondisi yang belum sepenuhnya prima. “Sebagai manusia biasa sakit tidak bisa dihindari, butuh istirahat total. Medsos kita matikan agar proses penyembuhan biar fokus. Sampai sekarang bisa kembali lagi masih agak lemas ditambah berpuasa,” jelas Jenal.

Jenal mengaku telah memberikan informasi sedari awal kepada Dedie terkait kondisinya. Dia mengaku sakit asam urat, tetapi enggan menjelaskan lebih lanjut terkait penyakitnya itu. “Pak Wali sudah tau informasi dari awal dan saya sakit dalam kondisi yang tidak bisa saya jelaskan spesifikasi penyakitnya, tapi memang turunnya dari asam urat,” katanya.

Sebelumnya pada Rabu (4/3), Wali Kota Dedie A Rachim membuka tabir terkait absennya Jenal Mutaqin yang sudah lebih dari satu minggu tidak masuk kerja atau tidak menjalankan tugasnya sebagai Wakil Wali Kota Bogor sehingga menimbulkan isu adanya perpecahan kedua pemimpin daerah tersebut.

Diketahui, ketidakhadiran Jenal Mutaqin belakangan ini menjadi perhatian publik. Bahkan, tidak sedikit di kalangan birokrat, legislatif dan unsur masyarakat bertanya-tanya, sehingga memunculkan spekulasi liar yang menyebut absennya orang nomor dua di pemerintahan Kota Bogor itu diduga ada masalah dan tidak harmonis lagi dengan walikota.

Dedie Rachim menegaskan, ketidakhadiran Jenal murni karena alasan kesehatan. Wakilnya itu sedang menjalani proses pemulihan dari penyakit yang sedang dideritanya. ”Pak Wakil Walikota sedang dalam keadaan sakit. Insyaallah, per hari ini atau dalam waktu dekat sudah bisa masuk kembali,” ujar Dedie A. Rachim kepada awak media.

Berdasarkan informasi medis yang diterima olehnya, tambah Dedie, Jenal Mutaqin mengalami keluhan asam urat yang cukup serius. Kondisi tersebut juga disertai dengan adanya indikasi penurunan fungsi ginjal yang memerlukan penanganan intensif.

Meskipun secara etika medis informasi detail penyakit bersifat privat, Dedie merasa perlu memberikan penjelasan agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat dan lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Walau fisik sang Wakil Walikota absen di Balai Kota, Dedie memastikan bahwa roda pemerintahan dan koordinasi antar pimpinan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Ia menyebut, komunikasi terkait urusan strategis tetap dilakukan secara daring atau melalui kanal komunikasi internal. ”Terkait komunikasi tetap lancar, tidak ada kendala dalam koordinasi pekerjaan,” pungkas Dedie. (Man/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *