Kabarindo24jam.com | Samarinda – Ribuan mahasiswa dan masyarakat kembali menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada Rabu (22/4), melanjutkan demonstrasi sehari sebelumnya yang sempat berujung ketegangan dengan aparat keamanan.
Aksi yang berlangsung sejak pagi itu diikuti berbagai elemen mahasiswa dan organisasi masyarakat.
Massa menyuarakan tuntutan terkait transparansi pengelolaan anggaran daerah serta dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Pada Selasa (21/4), demonstrasi berkembang menjadi konfrontatif menjelang sore.
Aparat keamanan membubarkan massa setelah terjadi aksi saling dorong di sekitar lokasi.
Sejumlah fasilitas di area aksi dilaporkan terdampak, sementara aparat meningkatkan pengamanan di titik-titik strategis.
Memasuki hari kedua, aparat telah bersiaga lebih awal.
Hingga siang hari, aksi berlangsung dengan tensi yang tetap tinggi namun relatif lebih terkendali dibandingkan hari sebelumnya. Belum ada laporan resmi mengenai bentrokan lanjutan dalam skala besar.
Sejumlah video dari lokasi aksi beredar luas di media sosial, termasuk rekaman interaksi antara seorang pejabat dan peserta demonstrasi. Namun, konteks lengkap dari rekaman tersebut belum dapat diverifikasi secara independen, termasuk waktu pengambilan dan rangkaian peristiwa yang melatarbelakanginya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur hingga saat ini belum memberikan keterangan rinci terkait video yang beredar maupun perkembangan dialog dengan perwakilan massa. Sementara itu, peserta aksi menyatakan akan terus mengawal tuntutan mereka.
Demonstrasi ini menjadi bagian dari rangkaian aksi yang terjadi dalam dua hari terakhir di Samarinda, dengan fokus pada isu tata kelola pemerintahan dan akuntabilitas anggaran daerah.
(Ls/*)







