Kabarindo24jam.com | Puncak -Kemacetan di Kabupaten Bogor mulai bergerak maju seiring pendataan yang dilakukan lintas perangkat daerah. Pemerintah Kabupaten Bogor melalui UPTD Penataan Bangunan Kelas A Wilayah II, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (DPTR), bersama dinas terkait memetakan sejumlah titik simpang strategis sebagai dasar perbaikan lalu lintas yang lebih terarah.
Fokus pendataan tidak hanya pada titik kemacetan, tetapi juga mencakup inventarisasi bangunan di sepanjang ruas jalan. Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada pelanggaran garis sempadan yang mempersempit badan jalan. Teguran bertahap pun telah diberikan kepada pihak-pihak yang terindikasi melanggar sebelum penanganan dilimpahkan ke instansi berwenang.
Penataan kawasan Simpang Pasir Muncang dinilai krusial karena menjadi salah satu titik kemacetan kronis yang hingga kini belum terurai optimal. Kondisi ini mendorong perlunya langkah yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga solutif dan berkelanjutan. Dengan pendekatan yang lebih menyeluruh, pemerintah daerah diharapkan mampu menghadirkan perubahan signifikan terhadap kelancaran arus lalu lintas.
Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Penataan Bangunan Kelas A Wilayah II, Agung Tarmedi, mengungkapkan bahwa proses pendataan telah berjalan selama kurang lebih tiga bulan. “Atas arahan Bupati Bogor, kami bekerja sesuai tupoksi, yaitu melakukan pendataan, inventarisasi, serta memberikan teguran awal. Untuk penindakan dan penataan lanjutan menjadi kewenangan dinas teknis dan Satpol PP,” ujar Agung, Jumat (24/4). Ia menambahkan, sebagian hasil pendataan telah dilimpahkan kepada Satpol PP untuk ditindaklanjuti.
Ke depan, optimalisasi fungsi jalan menjadi perhatian utama, termasuk mendorong rencana pelebaran ruas jalan di titik-titik krusial. “Ke depan, penataan akan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai perangkat daerah, guna memastikan kawasan jalan tidak lagi terganggu oleh bangunan tanpa izin maupun aktivitas yang menghambat lalu lintas,” pungkasnya. Langkah terpadu ini diharapkan mampu memperbaiki kualitas mobilitas warga secara bertahap. (Man*/)







