Bupati Bogor Rudy Targetkan Program Satu Desa Satu Sarjana Segera Terealisasi

Kabarindo24jam.com | Cibinong -Bupati Bogor Rudy Susmanto terus mematangkan persiapan realisasi program “Satu Desa Satu Sarjana” untuk 416 desa di Bumi Tegar Beriman. Salah satunya melalui rapat khusus bersama instansi terkait dan jajaran Pemerintahan Desa (Pemdes) guna membahas berbagai hal terkait realisasi program untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) Kabupaten Bogor tersebut.

“Kita ingin mematangkan dan menyempurnakan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) dari Peraturan Bupati (Perbub) terkait bantuan keuangan desa, baik untuk pembangunan infrastruktur maupun pendidikan,” kata Bupati Rudy dalam keterangannya yang dikutip, Senin (4/5/2026).

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, saat ini sudah memasuki pertengahan tahun, sehingga percepatan pembangunan harus segera dimulai, termasuk dalam hal penunjukan penyedia pelaksana. “Januari hingga April sudah terlewati. Selain pengelolaan sampah tingkat desa, percepatan infrastruktur, kegiatan sosial ekonomi, kita fokuskan program satu desa satu sarjana,” ujarnya.

Bupati Rudy berharap sektor pendidikan menjadi prioritas utama untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta menggerakkan roda perekonomian warga. Dengan demikian, pembangunan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus menyentuh aspek pembangunan manusia.

“Percepatan pembangunan di Kabupaten Bogor bukan hanya membangun jalan dan jembatan, tetapi juga membangun sumber daya manusia. Karena itu, kita perlu merumuskan Peraturan Bupati terkait Bantuan Keuangan Desa yang bisa digunakan untuk mendukung program Satu Desa Satu Sarjana,” ujar Rudy.

Menurutnya, program tersebut diharapkan menjadi terobosan nyata dalam mewujudkan pemerataan kesempatan pendidikan tinggi hingga ke pelosok desa. Melalui program ini, setiap desa di Kabupaten Bogor diharapkan dapat membiayai minimal satu warganya untuk menempuh pendidikan strata satu (S1) di perguruan tinggi.

Lebih lanjut, Rudy menjelaskan bahwa Pemkab Bogor tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah universitas di Kabupaten Bogor untuk pelaksanaan program ini. “Kita ingin 2026 ini sudah berjalan. Targetnya, minimal 416 mahasiswa dari 416 desa di Kabupaten Bogor bisa menempuh pendidikan tinggi. Ini menjadi langkah awal menuju cita-cita besar kita, yaitu membentuk Universitas Tegar Beriman milik Pemkab Bogor,” ungkapnya.

Rudy juga menyoroti pentingnya mekanisme pembelajaran yang fleksibel dan terjangkau, termasuk melalui sistem pembelajaran daring (virtual learning), agar dapat diakses oleh mahasiswa dari berbagai wilayah desa. Selain itu, ia menekankan agar proses seleksi penerima beasiswa desa benar-benar memprioritaskan masyarakat berprestasi dan kurang mampu, sehingga manfaatnya tepat sasaran.

“Yang berhak mendapatkan beasiswa adalah warga yang tidak mampu secara ekonomi dan memiliki prestasi akademik. Desa juga bisa menambah jumlah penerima sesuai kemampuan anggarannya,” tambah Bupati.

Melalui program “Satu Desa Satu Sarjana”, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap setiap tahun dapat melahirkan ratusan sarjana baru dari desa-desa di Bogor, sebagai wujud nyata pengamalan amanat UUD 1945 untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. “Ini bukan hanya tentang pendidikan, tapi tentang masa depan Kabupaten Bogor. Kita ingin setiap desa punya generasi cerdas yang membawa perubahan,” imbuh Bupati Rudy. (Cok/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *