Kabarindo24jam.com | Bogor kota – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang adil, inklusif, dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena sesuai Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas), hal itu tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga butuh peran pihak swasta dan masyarakat.
“Mencerdaskan kehidupan bangsa itu bukan hanya tugas pemerintah saja, tetapi juga semua pihak harus terlibat, ikut serta, berkolaborasi, dan berpartisipasi secara aktif,” jelas Dedie Rachim dalam keterangannya yang dikutip pada Senin (4/5/2026).
Ia juga menekankan pentingnya pendidikan yang berkeadilan dan tidak diskriminatif, sebagaimana telah disampaikan dalam pesan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Yakni, tidak boleh ada diskriminasi atas dasar agama, fisik, suku, bahasa, ekonomi, jenis kelamin, domisili, dan sebab-sebab lain yang menyebabkan seseorang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.
“Pendidikan adalah hak asasi dan hak sipil yang melekat dalam diri setiap insan, baik sebagai pribadi maupun warga negara,” ujar Dedie Rachim mengutip pernyataan Mendikdasmen. Ia mencontohkan, Kota Bogor akan terus mendorong penguatan program sekolah inklusi yang memungkinkan anak-anak berkebutuhan khusus atau difabel belajar berdampingan dengan siswa lainnya.
“Pendidikan inklusif itu siapapun boleh ikut, tapi tentu harus ada kebutuhan yang dipenuhi, seperti guru pendamping atau treatment khusus yang disiapkan semua pihak agar pendidikan bisa adil dan tidak diskriminatif,” ujar sosok humble berambut putih tersebut.
Dedie juga menanggapi wacana program pendisiplinan berbasis militer untuk siswa yang terlibat dalam perilaku negatif seperti tawuran. Menurutnya, konsep tersebut bisa diterapkan dengan syarat ada kriteria yang jelas mengenai siapa yang layak masuk dalam program tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa pendekatan disiplin seperti itu tidak boleh sembarangan dan harus tetap sesuai aturan. “Harus ada kriteria yang jelas terkait anak nakal itu seperti apa. Pendekatannya juga harus bertahap, misalnya dulu dari pelanggaran seperti tidak pakai helm, knalpot bising, atau belum punya SIM. Dari situ kita tanamkan kesadaran dan ketaatan hukum,” ucap Dedie.
Dengan momentum Hari Pendidikan Nasional tahun 2026, Wali Kota Dedie juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergandengan tangan dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat, inklusif, dan berkualitas di Kota Bogor. (Man/*)







