Kabarindo24jam.com | Jakarta – Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi bersama para petinggi militer negeri Sakura dijadwalkan mengunjungi Indonesia antara tanggal 3 hingga 7 Mei 2026. Koizumi dijadwalkan bertemu dengan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Senin (4/5). Setelahnya, Koizumi akan mengunjungi negara lain di Asia Tenggara, yakni Filipina.
“Selama kunjungan, Menteri Koizumi dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan bilatetal Menteri Pertahanan Jepang-Menteri Pertahanan Indonesia dan Menteri Pertahanan Jepang-Menteri Pertahanan Filipina,” tulis akun X Japan Ministry of Defense @ModJapan_en.
Selain itu, Koizumi juga akan mengunjungi Latihan Multinasional Balikatan 26 yang diselenggarakan Amerika Serikat-Filipina. Sekitar 17.000 personel militer dari sekutu AS tergabung dalam latihan gabungan di Filipina tersebut.
Sebelumnya, Koizumi telah bertemu Menhan Sjafrie di Bandar Udara (Bandara) Narita, Tokyo, Jepang, Kamis (16/4) waktu setempat. Dalam pertemuan dengan Koizumi, Sjafrie secara umum membahas penguatan kerja sama pertahanan Indonesia-Jepang, khususnya di bidang maritim.
Terpisah, TNI Angkatan Darat (TNI AD) bersama Royal Cambodian Army (RCA) telah menyelenggarakan Army Staff Talk 2026 pada 27–29 April 2026 di Phnom Penh. Pertemuan ini merupakan forum strategis yang secara khusus membahas agenda kerja sama militer 2026 serta merumuskan rencana kolaborasi untuk tahun 2027.
Delegasi TNI AD dipimpin Mayor Jenderal Drajad Brima Yoga selaku Asisten Intelijen Kepala Staf Angkatan Darat (Asintel Kasad), sementara delegasi RCA dipimpin Mayor Jenderal Heng Makara selaku Deputy Commander of Army. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh menyebut kegiatan itu juga dihadiri Atase Pertahanan RI untuk Kamboja, Kolonel Agung Budi Asmara.
“Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, penuh semangat kebersamaan, serta dilandasi rasa saling menghormati, yang mencerminkan hubungan bilateral Indonesia dan Kamboja yang semakin erat, khususnya di bidang pertahanan,” bunyi keterangan tersebut.
Dalam rangkaian pembahasan, kedua Angkatan Darat menitikberatkan pada penguatan kerja sama konkret. Terutama dalam bidang pelatihan militer dan peningkatan pertukaran informasi strategis. Agenda ini dipandang penting dalam mendukung peningkatan kapasitas dan profesionalisme prajurit, sekaligus mendorong interoperabilitas antar kedua Angkatan Darat.
Di sela-sela kegiatan, delegasi TNI AD juga melaksanakan pertemuan dengan Mayor Jenderal Meas Sophearith selaku Chief of G2 Royal Cambodian Army. Pertemuan tersebut secara khusus membahas peluang penguatan kerja sama dalam pertukaran informasi strategis sebagai salah satu pilar penting dalam mendukung efektivitas kerja sama pertahanan kedua negara.
“Melalui Army Staff Talk 2026, TNI AD dan Royal Cambodian Army kembali menegaskan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kerja sama yang berkelanjutan,” imbuh KBRI Phnom Penh dalam pernyataannya.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan bilateral kedua negara, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan melalui kemitraan TNI AD dan Royal Cambodian Army yang semakin solid. (Cok/*)







