Kabarindo24jam.com | Pyongyang – Korea Utara di bawah kepemimpinan Kim Jong Un dilaporkan mengambil langkah besar dengan meninggalkan agenda reunifikasi dengan Korea Selatan, yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari doktrin resmi negara.
Perubahan tersebut tercermin dalam pernyataan dan kebijakan terbaru pemerintah yang menegaskan bahwa Korea Selatan kini diposisikan sebagai negara terpisah, bukan lagi mitra dalam upaya penyatuan Semenanjung Korea.
Dalam arah kebijakan baru ini, konsep “reunifikasi damai” tidak lagi menjadi pendekatan yang diusung Pyongyang.
Sejumlah simbol yang berkaitan dengan persatuan Korea juga dilaporkan telah dihapus atau dibongkar, termasuk monumen dan narasi resmi yang sebelumnya mencerminkan aspirasi penyatuan kedua Korea.
Perkembangan ini menandai pergeseran signifikan, mengingat sejak berakhirnya Perang Korea, agenda reunifikasi secara konsisten menjadi salah satu tujuan utama yang dinyatakan oleh pemerintah Korea Utara.
Meski demikian, detail terkait perubahan formal dalam konstitusi tidak sepenuhnya terbuka ke publik.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa revisi dilakukan untuk menyesuaikan posisi resmi negara yang kini memandang Korea Selatan sebagai entitas terpisah dalam kerangka hubungan antarnegara.
Perubahan arah kebijakan ini dinilai sebagai salah satu yang paling signifikan dalam dinamika politik di Semenanjung Korea dalam beberapa dekade terakhir dan berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan serta hubungan antar-Korea ke depan.
(Ls/*)
Sumber: Laporan sejumlah media internasional, termasuk Reuters.







