Kabarindo24jam.com | Bandung – Kericuhan yang terjadi usai aksi May Day di Bandung, Jumat (1/5/2026), dipastikan melibatkan kelompok di luar massa buruh.
Polisi menyebut aksi perusakan hingga pembakaran fasilitas umum dilakukan oleh kelompok yang diduga berafiliasi dengan anarko.
Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Rudi Setiawan, menyampaikan bahwa situasi awal aksi buruh berlangsung tertib.
Namun, kondisi berubah setelah massa utama membubarkan diri.
“Setelah kegiatan buruh selesai, muncul kelompok lain yang kemudian melakukan tindakan anarkis,” demikian penjelasan Kapolda dalam keterangan yang beredar.
Aksi buruh dalam rangka May Day berlangsung di Gedung DPRD Jawa Barat dan berakhir sekitar pukul 18.00 WIB. Massa buruh kemudian membubarkan diri secara tertib.
Tak lama berselang, sekelompok orang berpakaian dominan hitam muncul di sekitar Jalan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja.
Kelompok ini kemudian melakukan perusakan fasilitas umum.
Berdasarkan pantauan di lapangan dan video yang beredar, sebuah pos polisi dibakar. Selain itu, sejumlah fasilitas seperti pagar dan cone lalu lintas juga dirusak dan dibakar di lokasi kejadian.
Penanganan dan Penangkapan
Aparat kepolisian yang berada di lokasi segera melakukan tindakan pengamanan untuk mengendalikan situasi. Polisi juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Dalam keterangannya, Kapolda menyebutkan bahwa sejumlah orang telah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait dugaan keterlibatan dalam aksi perusakan tersebut.
Namun, jumlah pasti maupun identitas pihak yang diamankan masih dalam proses pendataan dan pemeriksaan.
Situasi Terkini
Hingga malam hari, situasi di lokasi kejadian dilaporkan telah berangsur kondusif. Aparat kepolisian masih disiagakan untuk mengantisipasi potensi gangguan lanjutan.
Polisi juga menegaskan akan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan tindakan perusakan fasilitas umum.
Pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk mempercayakan penanganan kasus kepada aparat, sembari menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
(Ls/*)







