Kabarindo24jam.com | Canary Islands – Sebuah kapal pesiar ekspedisi, MV Hondius, dilaporkan berlayar menuju Kepulauan Canary, Spanyol, setelah wabah hantavirus di atas kapal tersebut menyebabkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia dan sejumlah penumpang serta awak mengalami gejala penyakit serius.
Menurut laporan Reuters dan sejumlah otoritas kesehatan internasional, kapal yang membawa sekitar 150 penumpang dan awak dari berbagai negara itu sebelumnya tertahan di lepas pantai Cape Verde sebelum akhirnya diizinkan melanjutkan pelayaran menuju wilayah Spanyol untuk proses penanganan medis dan repatriasi penumpang.
Wabah tersebut dikaitkan dengan strain Andes dari hantavirus, jenis langka yang diketahui dalam kasus tertentu dapat menular antar manusia melalui kontak dekat berkepanjangan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan risiko penularan luas kepada masyarakat umum tetap rendah, namun pemantauan internasional terus dilakukan karena karakteristik virus tersebut berbeda dibanding sebagian besar hantavirus lain yang umumnya menyebar melalui paparan hewan pengerat terinfeksi.
Sejauh ini, sedikitnya tiga kematian telah dilaporkan, sementara beberapa kasus lain masih dalam tahap pemeriksaan dan observasi medis. Reuters melaporkan tiga orang telah dievakuasi dari kapal untuk mendapatkan perawatan lanjutan di Eropa, termasuk pasien yang berada dalam kondisi serius.
Otoritas kesehatan Spanyol menyatakan para penumpang akan menjalani pemeriksaan kesehatan setibanya di Kepulauan Canary. Penanganan dilakukan bersama WHO dan European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC), termasuk kemungkinan karantina dan pemulangan bertahap bagi penumpang yang tidak menunjukkan gejala.
Pemerintah daerah Canary Islands sempat menyampaikan kekhawatiran terhadap risiko kesehatan publik akibat kedatangan kapal tersebut. Namun pemerintah pusat Spanyol menegaskan fasilitas medis di wilayah itu dinilai mampu menangani situasi darurat kesehatan tersebut sesuai protokol internasional.
Investigasi mengenai sumber awal penularan menyebut kemungkinan paparan awal terjadi saat perjalanan ekspedisi di wilayah Amerika Selatan, termasuk Argentina dan Chile, sebelum kapal melanjutkan pelayaran Atlantik.
(Ls/*)







