Kabarindo24jam.com | Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI Jenderal TNI Purn (Hor) Djamari Chaniago menegaskan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) harus hadir sebagai institusi yang benar-benar dicintai masyarakat melalui sikap pengabdian, keteladanan, dan profesionalisme para perwiranya.
Hal itu menjadi topik yang ditekankan oleh Djamari saat memberikan pembekalan kepada 1.064 taruna dan siswa di Akademi Kepolisian (Akpol), dengan tema mewujudkan perwira Polri yang adaptif, profesional, dan dicintai masyarakat dalam menghadapi tantangan tugas ke depan.
Menurut Djamari, menjadi perwira Polri bukan sekadar pekerjaan formal, melainkan bentuk pengabdian sepanjang hayat kepada bangsa dan negara. Maka dari itu, para calon perwira diminta tidak terjebak pada orientasi pangkat maupun jabatan, tetapi lebih mengutamakan manfaat nyata bagi rakyat.
“Sadarilah bahwa menjadi perwira polisi adalah pengabdian, bukan sekadar profesi. Pangkat ada waktunya, jabatan ada masanya, tetapi pengabdian kepada bangsa harus dilakukan sepanjang hidup,” ujar Djamari dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (12/5/2026).
Ia pun menekankan masyarakat membutuhkan sosok polisi yang tulus melayani dan mampu menghadirkan rasa aman. Polisi, lanjutnya, tidak boleh hanya menjadikan slogan “pelindung dan pengayom masyarakat” sebagai simbol semata, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata di lapangan.
Dalam pembekalannya, Menko Polkam juga mengingatkan luasnya wilayah Indonesia dengan karakter budaya yang beragam. Karenanya, lanjut Djamari, taruna Akpol harus siap ditempatkan di seluruh penjuru negeri dengan tantangan sosial yang berbeda-beda.
Selain kemampuan teknis, Djamari menyoroti pentingnya kepemimpinan yang humanis. Untuk itu, Djamari meminta para calon perwira membangun kedekatan dengan anggota dan memimpin langsung di tengah tugas.
“Tempat terbaik seorang pimpinan adalah bersama anak buahnya. Sayangi anak buahmu sebagaimana kamu ingin diperlakukan dengan baik oleh atasanmu,” tegas Djamari yang pernah menjabat Panglima Kostrad semasa aktif di militer.
Dia juga turut mengingatkan bahwa keberhasilan seorang perwira Polri tidak hanya diukur dari prestasi pribadi, tetapi juga dari kemampuan membangun satuan kerja yang solid, profesional, dan berprestasi. (Cok/*)







