Polemik Penilaian Final LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar Jadi Sororan, Panitia Lakukan Evaluasi

Kabarindo24jam.com | Jakarta – Pelaksanaan babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat menjadi perhatian publik setelah muncul protes terkait proses penilaian dewan juri. Polemik tersebut ramai diperbincangkan di media sosial usai video jalannya lomba beredar luas.

Peristiwa itu melibatkan tim peserta dari SMAN 1 Pontianak yang menyampaikan keberatan terhadap keputusan penilaian pada salah satu sesi pertanyaan rebutan. Dalam tayangan yang beredar, peserta mempertanyakan pengurangan poin atas jawaban yang dinilai memiliki substansi serupa dengan jawaban peserta lain.

Bacaan Lainnya

Pihak sekolah kemudian menyampaikan tanggapan melalui media sosial resmi sekolah. Unggahan tersebut memicu berbagai reaksi dari masyarakat dan menjadi bahan diskusi di sejumlah platform digital.

Dewan juri dalam final LCC Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat diketahui terdiri dari Dyastasita selaku Kepala Biro Pengkajian Konstitusi MPR RI dan Indri Wahyuni yang menjabat Kepala Bagian Badan Sosialisasi Setjen MPR RI.
Menanggapi polemik yang berkembang, Sekretariat Jenderal MPR RI menyatakan akan melakukan evaluasi dan penelusuran terhadap proses pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian yang menjadi sorotan publik.

Berdasarkan hasil akhir kompetisi, SMAN 1 Sambas ditetapkan sebagai juara pertama tingkat Provinsi Kalimantan Barat dan berhak melaju ke tingkat nasional. Sementara SMAN 1 Pontianak menempati posisi kedua.

Hingga kini, pembahasan terkait jalannya final LCC Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat masih menjadi perhatian publik di media sosial, khususnya terkait transparansi penilaian dalam kompetisi pendidikan.

( Ls/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *