Kabarindo24jam.com | Bogor kota – Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bogor dalam menuntaskan persoalan sampah melalui pengembangan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Bogor Raya. Hal itu ditandai dengan proyek Bogor Raya 1 di kawasan Galuga yang saat ini telah mencapai tahap persiapan dan siap memasuki proses groundbreaking.
Sementara itu, pengembangan Bogor Raya 2 direncanakan berada di kawasan Kayumanis untuk memperkuat sistem pengolahan sampah di Kota Bogor. “Ini langkah berikut dari Pemerintah Kota Bogor untuk menuntaskan permasalahan sampah di wilayah Bogor, khususnya Kota Bogor. Yang pertama sudah siap dilaksanakan groundbreaking di Galuga dan sekarang disiapkan Bogor Raya 2 di Kayumanis,” ujar Dedie Rachim dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, volume sampah di Kota Bogor saat ini mencapai sekitar 1.000 ton per hari dan diperkirakan terus meningkat seiring pertumbuhan aktivitas masyarakat perkotaan. “Kalau timbulan sampah di Kota Bogor sekitar 1.000 ton per hari, maka dengan dua tempat ini kita bisa selesaikan dan tuntaskan,” katanya.
Dedie Rachim menambahkan keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pembangunan PSEL, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat melalui pemilahan sampah rumah tangga, TPS3R, dan bank sampah.
Karena itu, Pemerintah Kota Bogor berharap kehadiran dua fasilitas pengolahan sampah modern tersebut mampu menjaga kebersihan kota sekaligus menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Sebelumnya di Jakarta pada Senin (11/5/2026), dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara pemerintah daerah dan Danantara terkait pengembangan proyek pengolahan sampah modern. Untuk Kota Bogor, Wali Kota Dedie Rachim langsung menghadiri acara tersebut.
Agenda tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jamhur Hidayat, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, hingga Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Arif Satria.
Kehadiran sejumlah pejabat tersebut menunjukkan penanganan sampah menjadi perhatian serius pemerintah dalam menghadapi kondisi kedaruratan sampah di berbagai daerah. Penandatanganan kerja sama pembangunan PSEL menandai upaya percepatan penanganan persoalan sampah modern di Kota Bogor. (Man/*)







