Perangi Penyalahgunaan Obat dan Psikotropika, Wabup Bogor Tekankan Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor

Kabarindo24jam.com | Citereup – Usai menghadiri aksi nasional Pencegahan Penyalahgunaan OOT dan Psikotropika 2026 di Kawasan IPSC Sentul, Citeureup, Senin (18/5/2026), Wakil Bupati (Wabup) Bogor Jaro Ade Ruhandi langsung bersuara lantang. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memerangi penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) dan psikotropika.

Dalam kesempatan itu, Wabup Jaro Ade menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dibangun BPOM bersama Universitas Pertahanan RI dalam mendukung aksi nasional pencegahan penyalahgunaan obat-obatan tertentu dan psikotropika di Kabupaten Bogor yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 6 juta jiwa, tersebar di 419 desa dan 19 kelurahan.

Bacaan Lainnya

“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, tentu saja sangat mendukung kolaborasi yang dilakukan BPOM dalam aksi nasional pencegahan penyalahgunaan obat-obatan tertentu dan psikotropika,” ujar Wabup Jaro Ade seraya menegaskan bahwa upaya menjaga kualitas generasi muda harus dimulai dari terciptanya lingkungan yang sehat dan aman dari penyalahgunaan zat berbahaya.

Menurutnya, penguatan edukasi dan pengawasan menjadi bagian penting dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045 sekaligus menciptakan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif. “Kalau anak-anak kita ingin sehat dan pintar untuk menyongsong Indonesia Emas, maka seluruh pihak harus hadir bersama, termasuk BPOM dan pemerintah daerah,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Wabup Jaro juga menandatangani komitmen bersama sebagai bentuk penguatan sinergi lintas sektor dalam pencegahan penyalahgunaan obat-obatan tertentu dan psikotropika.

Pemkab Bogor berharap kolaborasi berkelanjutan tersebut mampu memperluas jangkauan edukasi dan pengawasan hingga tingkat desa guna menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih aman dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda.

Sementara itu, Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menegaskan bahwa penyalahgunaan OOT merupakan ancaman serius terhadap ketahanan nasional. Ia menyoroti tingginya kerentanan remaja terhadap obat-obatan tertentu yang berpotensi menimbulkan dampak sosial yang luas jika tidak segera diantisipasi.

Menurutnya, sejarah peradaban dunia menunjukkan bahwa kehancuran bangsa tidak hanya datang dari ancaman luar, tetapi juga dari kerusakan internal, termasuk penyalahgunaan zat adiktif yang merusak generasi muda. “Bangsa yang besar bisa runtuh jika generasinya lemah karena narkotika dan obat-obatan. Ini bukan hanya isu kesehatan, tapi juga isu ketahanan nasional,” tegasnya.

Kemudian, Kepala Balai POM Bogor Jeffeta Pradeko Putra menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi rencana aksi nasional yang melibatkan pemerintah daerah, akademisi, aparat penegak hukum, komunitas, serta dunia usaha.

Program ini juga akan dilanjutkan dengan intervensi edukasi ke ribuan sekolah di Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok melalui komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) secara berkelanjutan.

Melalui sinergi BPOM, UNHAN, serta dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Bogor dan pemerintah daerah lainnya. Aksi Nasional ini diharapkan menjadi gerakan bersama yang masif, terstruktur, dan berkelanjutan. (Ahp/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *