DLH dan Warga Tangkap Ikan Sapu-Sapu, Kualitas Sungai Cileungsi Berangsur Membaik

Oplus_131072

Kabarindo24jam.com | Cileungsi – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama masyarakat menggelar kegiatan penangkapan ikan sapu-sapu di Sungai Cileungsi, Kamis (21/5/2026). Aksi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem sungai sekaligus mengurangi dominasi spesies invasif yang dapat mengganggu kehidupan biota asli.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, termasuk komunitas peduli sungai yang selama ini aktif memantau kondisi lingkungan di wilayah Cileungsi dan Cikeas. Selain penangkapan ikan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan sungai dan tidak lagi menjadikannya sebagai tempat pembuangan limbah.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, 1,5 tahun terakhir sungai mulai terlihat bersih, sudah tidak hitam lagi. Bahkan ikan tawes dan mujair mulai muncul kembali. Ini menandakan kualitas air sungai semakin baik,” ungkap Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi dan Cikeas. Ia menambahkan, kegiatan dilakukan di titik P2C, pertemuan Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas yang kemudian bermuara ke Kali Bekasi.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kemitraan DLH Kabupaten Bogor, Muji Lestari, menyampaikan bahwa kondisi sungai yang terus membaik diharapkan dapat kembali menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar. “Harapannya dengan kegiatan ini, kita bisa memberikan motivasi dan kesadaran bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai. Tidak lagi membuang sampah ke sungai, mengurangi pencemaran limbah domestik langsung ke sungai, serta bersama-sama menjaga sungai yang melintasi daerah kita supaya kualitasnya tetap terjaga dan menjadi ekosistem yang baik seperti semula,” ujarnya.

Selain upaya pemulihan kualitas air, perhatian terhadap potensi banjir di kawasan aliran Sungai Cileungsi dan Cikeas juga terus disuarakan komunitas. Penanganan yang berkelanjutan dinilai penting agar perbaikan ekosistem sungai berjalan seiring dengan pengendalian risiko bencana di wilayah hilir. (Man*/)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *