Kabarindo24kam.com | Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin, 25 Mei 2026, dengan kecenderungan tekanan di pasar keuangan domestik menjelang penutupan sesi sore.
Berdasarkan data perdagangan terakhir, IHSG tercatat berada di area sekitar 6.094–6.162 dengan tekanan jual masih mendominasi sejumlah saham berkapitalisasi besar. Pergerakan ini melanjutkan volatilitas yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di tengah aksi ambil untung dan arus keluar dana asing dari pasar modal Indonesia.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada kisaran Rp17.650–Rp17.700 per dolar AS, mencerminkan kondisi pasar valuta asing yang masih dipengaruhi penguatan dolar dan sentimen global yang cenderung berhati-hati.
IHSG Masih di Bawah Tekanan
Sepanjang perdagangan, setelah sebelumnya mengalami volatilitas cukup tinggi. Tekanan terutama berasal dari aksi jual pada saham-saham berkapitalisasi besar dan sektor komoditas
Sejumlah laporan pasar mencatat indeks masih berada di area 6.0xx–6.1xx, menandakan pasar belum sepenuhnya pulih dari koreksi sebelumnya.
Di pasar spot, rupiah tercatat bergerak di kisaran Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS, dengan kecenderungan melemah terbatas dibandingkan sesi sebelumnya.
Pergerakan ini dipengaruhi oleh:
Penguatan indeks dolar AS
Ekspektasi kebijakan suku bunga global.
Arus modal keluar dari pasar negara berkembang
Tekanan serupa juga masih terlihat pada sejumlah mata uang Asia lainnya.
Pasar keuangan Indonesia pada perdagangan 25 Mei 2026 masih menunjukkan fase konsolidasi dengan volatilitas tinggi, baik pada pasar saham maupun nilai tukar rupiah.
(Ls/*)







