Kabarindo24jam.com | Bogor kota-Pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Raya Al Muttaqin, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu (27/5/2026), berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran Pemerintah Kota Bogor. Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim hadir bersama Sekretaris Daerah Denny Mulyadi, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya.
Salat Iduladha dipimpin oleh Imam Besar Masjid Raya Al Muttaqin, Fahrurrozi, sementara khotbah disampaikan oleh Irfan Syauqi Beik. Kehadiran para pejabat ini turut mencerminkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung kegiatan keagamaan di masyarakat.
Momentum Iduladha di Kota Bogor diharapkan mampu memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dalam sambutannya usai pelaksanaan salat.
Menurut Dedie, Iduladha tidak sekadar menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan nilai keikhlasan dan semangat berkorban. Ia menekankan bahwa keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS harus menjadi inspirasi dalam meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus memperkuat rasa kemanusiaan.
“Momentum Iduladha ini diharapkan dapat memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kepedulian kepada sesama, serta mempererat ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan di tengah masyarakat Kota Bogor,” ujar Dedie.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas kota dengan memperkuat toleransi, persatuan, dan semangat gotong royong demi mewujudkan Kota Bogor yang semakin maju, nyaman, dan sejahtera.
Ketua DKM Masjid Raya Al Muttaqin, Noviar Badaroni, menambahkan bahwa pelaksanaan Salat Iduladha di masjid tersebut menjadi wujud perhatian Pemerintah Kota Bogor terhadap kehidupan keagamaan dan pembinaan umat. Ia menilai masjid memiliki peran strategis yang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pelayanan umat.
“Momentum Iduladha ini merupakan semangat berbagi. Inilah yang terus kami bangun di lingkungan Masjid Raya Al Muttaqin. Kami meyakini bahwa masjid bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pelayanan umat, pusat dakwah, pendidikan, pembinaan pemuda, dan penguatan kepedulian sosial masyarakat,” kata Noviar.
Komitmen untuk menjadikan Masjid Raya Al Muttaqin sebagai ruang kebersamaan pun terus diperkuat. Masjid ini diharapkan menjadi tempat yang nyaman, terbuka, dan ramah bagi semua kalangan, sekaligus wadah untuk menimba ilmu dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. (Man*/)







