Kabarindo24jam.com | Washington, 5 Juni 2026 – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Washington tidak memerlukan kesepakatan dengan Iran untuk mendapatkan akses terhadap stok uranium yang telah diperkaya milik Teheran.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah berlanjutnya pembahasan mengenai program nuklir Iran dan upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat secara teoritis dapat memperoleh uranium tersebut tanpa harus menunggu tercapainya perjanjian dengan Iran.
Ia menambahkan bahwa saat ini tidak ada kebutuhan mendesak untuk melakukan langkah tersebut karena material yang dimaksud diyakini berada di lokasi yang sulit diakses.
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menegaskan bahwa serangan terhadap personel militer Amerika Serikat dapat memicu respons yang lebih luas dari Washington. Ia menyebut bahwa apabila pasukan AS menjadi sasaran serangan mematikan, hal itu dapat menjadi alasan untuk kembali meningkatkan operasi militer terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab.
Pernyataan tersebut muncul ketika pemerintah AS dan Iran masih terlibat dalam berbagai jalur komunikasi terkait isu nuklir, keamanan kawasan, serta masa depan hubungan kedua negara.
Meskipun belum terdapat pengumuman resmi mengenai dimulainya kembali konflik berskala penuh antara kedua pihak.
Sementara itu, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) melaporkan bahwa lembaga tersebut masih menghadapi keterbatasan dalam memverifikasi lokasi dan kondisi terkini sebagian stok uranium yang telah diperkaya milik Iran.
Situasi tersebut menambah kompleksitas upaya pemantauan program nuklir Iran di tengah ketegangan yang berlangsung.
Pemerintah AS tetap menempatkan isu program nuklir Iran sebagai salah satu prioritas utama dalam pembicaraan dengan Teheran.
Trump memperingatkan bahwa serangan terhadap pasukan AS dapat memicu eskalasi kembali operasi militer.
(Ls/*)







