Kabarindo24jam.com | California, 5 Juni 2026 – Otoritas federal Amerika Serikat menangkap seorang warga negara ganda Amerika Serikat-Iran bernama Jamshid Ghomi, yang didakwa melanggar sanksi ekspor terhadap Iran dengan memasok teknologi komputer dan jaringan buatan Amerika Serikat kepada sejumlah pelanggan di Iran, termasuk entitas yang disebut terkait dengan sektor militer dan nuklir negara tersebut.
Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) menyatakan Ghomi, 63 tahun, ditangkap berdasarkan pengaduan pidana federal dengan tuduhan konspirasi melanggar International Emergency Economic Powers Act (IEEPA), undang-undang yang menjadi dasar penerapan berbagai sanksi ekonomi dan perdagangan Amerika Serikat.
Menurut dokumen perkara, Ghomi merupakan CEO perusahaan teknologi berbasis di Iran yang diduga memperoleh serta mengirimkan perangkat jaringan komputer, sistem keamanan digital, dan teknologi enkripsi asal Amerika Serikat kepada pelanggan di Iran selama bertahun-tahun tanpa izin yang diwajibkan pemerintah AS.
Jaksa federal menuduh sebagian pelanggan perusahaan tersebut berasal dari kalangan lembaga pemerintah Iran dan organisasi yang memiliki keterkaitan dengan program pertahanan, militer, maupun nuklir negara itu.
Tuduhan tersebut masih berada dalam proses hukum dan belum diputus oleh pengadilan.
Selain proses pidana, pemerintah Amerika Serikat juga mengajukan langkah penyitaan terhadap sebuah properti mewah di Orange County, California, yang nilainya diperkirakan mencapai sekitar US$35 juta.
Properti tersebut diduga dibangun atau diperoleh menggunakan hasil kegiatan yang menjadi objek penyelidikan federal.
Penyelidik federal menuduh skema tersebut berlangsung lebih dari satu dekade. Dalam dakwaan disebutkan bahwa pengadaan teknologi dilakukan melalui berbagai perusahaan perantara dan jalur pengiriman internasional guna menghindari pembatasan ekspor Amerika Serikat terhadap Iran.
Apabila terbukti bersalah di pengadilan, Ghomi menghadapi ancaman hukuman maksimal hingga 20 tahun penjara.
Ghomi memasok perangkat jaringan, keamanan siber, dan teknologi enkripsi asal AS kepada pelanggan di Iran tanpa izin resmi.
Sebagian pelanggan disebut berasal dari institusi pemerintah Iran dan sektor yang terkait dengan pertahanan serta program nuklir negara tersebut.
(Ls/*)







