Kabarindo24jam.com | Jakarta – Maskapai nasional Prancis, Air France, mengumumkan penangguhan sementara layanan penerbangan menuju Riyadh, Arab Saudi, hingga 24 Juli 2026, serta ke Dubai, Uni Emirat Arab, hingga 27 Juli 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah pencegahan menyusul meningkatnya risiko keamanan di kawasan Timur Tengah akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Keputusan Air France merupakan bagian dari gelombang penyesuaian operasional yang dilakukan sejumlah maskapai internasional dalam beberapa pekan terakhir.
Perusahaan penerbangan memilih membatalkan, menunda, atau mengalihkan rute penerbangan guna menghindari wilayah udara yang dinilai berisiko tinggi serta memastikan keselamatan penumpang dan awak pesawat.
Air France menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi keamanan sebelum menentukan jadwal normal kembali untuk kedua rute tersebut.
Penumpang yang terdampak diarahkan untuk melakukan perubahan jadwal atau pengembalian dana sesuai kebijakan maskapai.
Banyak Maskapai Internasional Mengambil Langkah Serupa.
Selain Air France, sejumlah maskapai besar juga telah mengumumkan penyesuaian operasional, di antaranya:
KLM menangguhkan penerbangan menuju Dubai, Riyadh, dan Dammam hingga 23 Agustus 2026.
Lufthansa Group, termasuk SWISS, memperpanjang penghentian layanan menuju Dubai hingga 13 September 2026, sementara beberapa rute lain di Timur Tengah seperti Riyadh, Dammam, Abu Dhabi, Amman, Beirut, dan Teheran dihentikan hingga 24 Oktober 2026.
British Airways menunda penerbangan ke Doha hingga 1 Agustus 2026, ke Riyadh hingga 8 Agustus 2026, serta melakukan penyesuaian jadwal menuju Dubai.
ITA Airways memperpanjang penghentian penerbangan menuju Riyadh hingga 31 Juli 2026, sedangkan rute Dubai ditangguhkan hingga 24 Oktober 2026.
Air Canada menghentikan sementara penerbangan menuju Dubai hingga 24 Oktober 2026. AirBaltic juga memperpanjang pembatalan penerbangan ke Dubai hingga 24 Oktober 2026.
Singapore Airlines memperpanjang penangguhan layanan Singapura–Dubai hingga 24 Oktober 2026.
Cathay Pacific menghentikan sementara sejumlah penerbangan menuju Dubai dan Riyadh hingga 31 Agustus 2026.
Air Astana menyesuaikan operasional penerbangan menuju Uni Emirat Arab sambil terus mengevaluasi kondisi keamanan. Beberapa maskapai kawasan, termasuk Emirates dan SriLankan Airlines, juga melakukan pembatalan atau penyesuaian terhadap sejumlah rute yang terdampak kondisi ruang udara regional.
Faktor Keselamatan Menjadi Prioritas
Penyesuaian jadwal tersebut dilakukan setelah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Teluk yang memengaruhi penilaian risiko penerbangan sipil.
Operator penerbangan internasional secara rutin melakukan evaluasi berdasarkan informasi dari otoritas penerbangan sipil, lembaga keselamatan penerbangan, serta perkembangan situasi keamanan di wilayah yang dilintasi.
Selain pembatalan penerbangan, sejumlah maskapai memilih mengubah jalur penerbangan agar menghindari wilayah udara tertentu. Kebijakan ini berdampak pada waktu tempuh yang lebih panjang dan penyesuaian jadwal di berbagai rute internasional.
Sejumlah otoritas keselamatan penerbangan, termasuk European Union Aviation Safety Agency (EASA), telah menerbitkan pembaruan panduan operasional yang meminta maskapai melakukan penilaian risiko secara menyeluruh sebelum melintasi beberapa wilayah udara di kawasan Teluk.
(Ls/*)







