Kabarindo24jam.com | Middle East – Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat setelah Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke sejumlah negara yang menjadi lokasi kepentingan militer Amerika Serikat, termasuk Kuwait. Di saat yang sama, militer Amerika Serikat melancarkan serangan balasan terhadap sasaran militer Iran di sekitar Selat Hormuz, sementara Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Washington tidak mengakui klaim Teheran mengenai penutupan jalur pelayaran strategis tersebut.
Pemerintah Kuwait menyatakan sedikitnya tiga pos perbatasan di wilayah utara serta sebuah anjungan pengeboran lepas pantai milik Kuwait Oil Company menjadi sasaran serangan drone. Satu pekerja dilaporkan mengalami luka-luka dan mendapat perawatan medis,
kerusakan material terjadi di beberapa fasilitas. Kuwait mengecam serangan tersebut dan menegaskan penyelidikan masih berlangsung.
Serangan ke Kuwait merupakan bagian dari gelombang operasi Iran yang juga menyasar kepentingan Amerika Serikat di sejumlah negara Teluk, termasuk Qatar, Bahrain, Oman, dan Yordania.
Iran menyatakan sasaran mereka adalah fasilitas militer yang digunakan atau mendukung operasi Amerika Serikat di kawasan.
Sebagai respons, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) melancarkan serangan udara baru terhadap berbagai sasaran militer Iran. Target yang diserang meliputi lokasi peluncur rudal, fasilitas drone, sistem radar, pusat komando, serta infrastruktur militer di sekitar Selat Hormuz, termasuk kawasan pesisir Iran dan wilayah dekat Pulau Qeshm.
Menurut pihak AS, operasi tersebut ditujukan untuk mengurangi kemampuan Iran menyerang jalur pelayaran internasional dan kepentingan Amerika di kawasan Teluk.
Di tengah meningkatnya konflik, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) kembali menyatakan Selat Hormuz ditutup bagi pelayaran yang dianggap tidak sah. Namun, Presiden Donald Trump menolak klaim tersebut dan menegaskan Iran tidak menguasai jalur pelayaran internasional itu.
Trump menyatakan Amerika Serikat bersama sekutunya akan tetap menjaga kebebasan navigasi dan memastikan kapal-kapal dagang tetap dapat melintas dengan perlindungan militer.
Militer Amerika juga meningkatkan patroli laut dan pengamanan terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi kawasan Teluk.
Meski aktivitas pelayaran mengalami perlambatan akibat tingginya risiko keamanan, otoritas AS menyebut lalu lintas kapal masih terus berlangsung melalui koridor yang dinilai aman.
(Ls/*)







