Kabarindo24jam.com | JAKARTA – Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) menjalin kerja sama dengan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) untuk memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kebijakan publik yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan sosial.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara DNIKS dan UMN di lingkungan kampus UMN, Rabu (15/7/2026). Hadir pula dalam MoU tersebut, Wakil Ketua umum DNIKS Rudi Andries, SH.MBA, Ketua DNIKS RA Loretta Kartikasari PhD, Dr Nuria Astagini, A Eko Cahyono, dan Wakil Sekjen DNIKS Sentot Janinto.
Ketua Umum DNIKS, Dr A Effendy Choirie menyambut baik kemitraan tersebut. Apalagi perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menjawab berbagai persoalan bangsa, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial. “Kampus memiliki peran sentral sebagai pusat pengkajian, pengembangan inovasi, dan ruang dialog untuk merumuskan solusi atas berbagai persoalan sosial, ekonomi, maupun kebijakan publik yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat,” ujarnya sebelum penandatangan kerjasama tersebut.
Lebih jauh Gus Choi-sapaan akrabnya menilai, selama ini pembahasan di ruang publik masih didominasi oleh isu politik dan ekonomi, sementara isu kesejahteraan sosial belum memperoleh perhatian yang proporsional.
“Ke depan, isu kesejahteraan sosial harus menjadi arus utama dalam kajian akademik maupun diskursus publik. Jangan sampai pembicaraan kita hanya berkisar pada politik dan ekonomi, padahal kesejahteraan masyarakat merupakan tujuan utama dari pembangunan nasional,” jelasnya.
Menurut Gus Choi, kampus memiliki sumber daya intelektual yang mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis riset sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dan organisasi masyarakat dalam menyelesaikan persoalan sosial. “Melalui program pengabdian masyarakat, mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga turun langsung ke desa-desa dan berbagai wilayah untuk menyerap aspirasi masyarakat, mengidentifikasi persoalan yang mereka hadapi, serta ikut memfasilitasi solusi bersama,” paparnya
Mantan Wakil Ketua Komisi I DPR ini menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dapat diarahkan pada berbagai program pemberdayaan, mulai dari peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat desa, penguatan kelembagaan sosial, literasi digital, hingga pendampingan pembangunan infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. “Pengalaman di lapangan akan membentuk kepekaan sosial mahasiswa sekaligus melahirkan inovasi yang benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat,” terang Gus Choi.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara, Liliek Dwi Mardjianto, Ph.D., mengatakan kerja sama dengan DNIKS sejalan dengan komitmen UMN dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
Menurut Liliek, kolaborasi tersebut membuka ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat secara langsung dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat yang digagas bersama DNIKS. “Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas akademik di UMN. Melalui kerja sama ini, kami berharap lahir berbagai program yang tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga memperkaya pengalaman belajar mahasiswa dengan pendekatan yang berbasis kebutuhan riil di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara dunia akademik dan organisasi yang bergerak di bidang kesejahteraan sosial menjadi modal penting dalam menghasilkan kajian, inovasi, dan model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Senada dengan itu, Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi UMN, Dr. Ignatius Haryanto Djoewono, mengatakan implementasi kerja sama akan diwujudkan melalui berbagai kegiatan akademik, seperti seminar, workshop, penelitian kolaboratif, hingga pelatihan yang melibatkan mahasiswa, dosen, praktisi, dan pemangku kepentingan lainnya.
Menurut Mas Har-sapaan akrabnya, forum-forum tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan sekaligus menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat mendukung pembangunan kesejahteraan sosial di Indonesia. “Kami ingin menghadirkan seminar, workshop, diskusi ilmiah, dan penelitian yang tidak berhenti pada tataran akademik, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata bagi penyelesaian persoalan sosial di masyarakat. Sinergi antara kampus dan DNIKS diharapkan menjadi model kolaborasi yang produktif dalam melahirkan inovasi sosial berbasis ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, DNIKS dan UMN berharap dapat memperkuat ekosistem kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi masyarakat dalam menghasilkan riset, pendidikan, serta program pemberdayaan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam perumusan kebijakan publik yang berpihak pada kesejahteraan sosial dan pembangunan yang inklusif.***







