Distribusi BBM di Sumut Terganggu, Antrean Panjang Terjadi di Sejumlah SPBU

Kabarindo24jam.com | Medan,14 Juli 2026 – Gangguan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Sumatera Utara memicu antrean panjang kendaraan di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak Senin (13/7) hingga Selasa (14/7).

Kondisi tersebut terjadi setelah operasional pengangkutan BBM mengalami hambatan akibat berkurangnya pengemudi mobil tangki atau Awak Mobil Tangki (AMT), sehingga penyaluran dari terminal BBM ke SPBU tidak berjalan normal.

Bacaan Lainnya

Wilayah yang paling terdampak berada di Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kota Binjai, dan Kabupaten Langkat. Di sejumlah SPBU, antrean kendaraan mengular selama berjam-jam, sementara beberapa SPBU sempat membatasi pelayanan hingga menunggu pasokan baru tiba.

Aktivitas masyarakat dan angkutan logistik di sejumlah lokasi ikut terdampak akibat keterlambatan distribusi BBM.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan disebabkan kekurangan stok BBM di terminal penyimpanan. Menurut perusahaan, stok masih tersedia, namun distribusi mengalami penyesuaian operasional sehingga pasokan ke SPBU terlambat.

Sebagai langkah percepatan pemulihan, Pertamina mengerahkan tambahan 15 unit mobil tangki, menambah personel distribusi, serta melakukan pemantauan distribusi secara intensif di seluruh Fuel Terminal dan SPBU.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyatakan hasil koordinasi dengan Pertamina menunjukkan hambatan utama berasal dari berkurangnya pengemudi truk pengangkut BBM akibat pemberhentian massal, sehingga armada distribusi tidak dapat beroperasi secara normal.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kemudian berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk membantu percepatan distribusi hingga proses perekrutan pengemudi baru berjalan.

Hingga Selasa malam, truk-truk tangki BBM mulai kembali beroperasi menuju SPBU dengan dukungan pengamanan dan pengawalan aparat TNI serta Polri pada sejumlah jalur distribusi.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pengisian kembali SPBU yang sebelumnya mengalami keterlambatan pasokan sehingga antrean diharapkan berangsur berkurang dalam waktu dekat.

Sementara Ombudsman Sumatera Utara meminta Pertamina melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi BBM serta menyampaikan informasi secara terbuka kepada masyarakat mengenai penyebab gangguan, wilayah terdampak, dan estimasi waktu pemulihan. Menurut Ombudsman, transparansi diperlukan untuk mencegah kepanikan masyarakat yang dapat memperparah antrean di SPBU.

(Ls/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *