Bryson DeChambeau Dijatuhi Penalti Dua Pukulan di The Open 2026, Posisi Melorot Jelang Akhir Pekan

Kabarindo24jam.com | SOUTHPORT, Inggris – Pegolf Amerika Serikat, Bryson DeChambeau, menerima penalti dua pukulan pada putaran kedua The Open Championship 2026 di Royal Birkdale, Jumat (17/7), setelah ofisial The R&A menyatakan ia telah memperbaiki area ayunan (improving the area of intended swing) secara tidak sengaja saat memainkan bola di lubang kelima par-4.

Keputusan tersebut mengubah papan persaingan menjelang dua putaran terakhir turnamen major terakhir musim ini.
Insiden bermula ketika pukulan tee DeChambeau melenceng jauh ke sisi kanan dan masuk ke area rumput tebal (fescue).

Bacaan Lainnya

Saat menelusuri lokasi bola untuk menentukan jalur pukulan berikutnya, ia menginjak sebagian rumput tinggi di belakang bola. Setelah meninjau rekaman video dan kondisi lapangan, The R&A menyimpulkan bahwa tindakan tersebut telah mengubah area yang akan dilalui ayunan belakang (backswing), sehingga memenuhi unsur pelanggaran aturan meskipun dinilai tidak disengaja.

Penalti baru diumumkan setelah DeChambeau menyelesaikan putaran keduanya. Ia bersama ofisial kemudian kembali ke lubang kelima untuk meninjau lokasi kejadian dan mendiskusikan keputusan tersebut. Meski menyampaikan keberatannya, keputusan penalti tetap diberlakukan.

Akibat hukuman itu, skor DeChambeau di lubang kelima berubah dari bogey menjadi triple bogey 7. Total skor putaran keduanya pun terkoreksi dari 66 menjadi 68, sementara total keseluruhan berubah dari 7-under menjadi 5-under. Posisinya yang semula berada di peringkat kedua tunggal turun menjadi seri di posisi kelima menjelang akhir pekan.

Keputusan tersebut juga mengubah susunan kelompok permainan putaran ketiga. DeChambeau yang sebelumnya diproyeksikan bermain pada grup terakhir bersama pemuncak klasemen Lucas Herbert, akhirnya kehilangan kesempatan tersebut karena selisih skornya bertambah menjadi tiga pukulan dari pemimpin turnamen.

Di luar kontroversi tersebut, penampilan DeChambeau sepanjang putaran kedua sebenarnya impresif. Setelah bogey di lubang kelima, ia bangkit dengan mencatat birdie di lubang 9, 11, 17, dan 18 sehingga sempat melonjak ke papan atas sebelum penalti diberlakukan.

Pihak The R&A menegaskan keputusan diambil berdasarkan penerapan aturan golf yang berlaku. Kepala Eksekutif The R&A, Mark Darbon, menyebut kasus tersebut merupakan keputusan yang “jelas” menurut regulasi karena pemain memperoleh potensi keuntungan pada area ayunan, terlepas dari ada atau tidaknya unsur kesengajaan.

(Ls/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *