Kabarindo24jam.com | Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menghadirkan sembilan klaster pelayanan masyarakat dalam puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 yang digelar di Kampung Bebek, Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara, Sabtu (18/7/2026). Berbagai layanan dari organisasi perangkat daerah (OPD) disatukan dalam satu lokasi untuk memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan sekaligus memperkuat upaya membangun keluarga yang tangguh.
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) itu melibatkan sejumlah perangkat daerah dengan menghadirkan layanan kesehatan, administrasi kependudukan, pendidikan, lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga. Sinergi lintas sektor tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada warga.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan puncak peringatan Harganas tahun ini diikuti sekitar 1.000 peserta dan menjadi wadah kolaborasi berbagai unsur pemerintah bersama masyarakat dalam memberikan manfaat nyata bagi keluarga.
“Ini kolaborasi berbagai OPD, masyarakat, kita bergabung bersama kurang lebih sekitar 1.000 peserta. Ada klaster-klaster di sini yang cukup positif, seperti dapur gizi stunting, pemberian sembako untuk Keluarga Risiko Stunting (KRS), dan klaster lansia,” ujar Jenal Mutaqin saat menghadiri kegiatan.
Selain layanan tersebut, terdapat pula klaster Gerakan Ayah Tangguh Indonesia (GATI) yang menyiapkan 1.000 porsi makanan untuk anak-anak. Program ini menjadi salah satu bentuk keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung pemenuhan gizi keluarga sekaligus memperkuat peran ayah dalam pengasuhan.
Menurut Jenal Mutaqin, peringatan Hari Keluarga Nasional tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus dimaknai sebagai momentum memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.
“Keluarga yang kompak dan solid, merupakan sebuah fondasi dan modal untuk kemaslahatan di masa yang akan datang. Mulai dari anak-anak yang harus kita didik sebaik mungkin,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, sembilan klaster pelayanan tersebut dibagi berdasarkan bidang pelayanan masing-masing perangkat daerah. Klaster peduli lansia diisi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Dinas Sosial (Dinsos), sedangkan layanan administrasi kependudukan diberikan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Adapun klaster peduli stunting menjadi tanggung jawab DPPKB.
Sementara itu, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) menghadirkan klaster peduli hunian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama BPBD mengelola klaster peduli lingkungan, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) mengisi klaster peduli pendidikan dan remaja.
Melengkapi rangkaian pelayanan, DPPKB juga menghadirkan klaster Gerakan Ayah Teladan, sedangkan klaster peduli ekonomi keluarga dilaksanakan Dinas Sosial bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP). Adapun klaster Dapur Berbagi dikelola DPPKB dengan dukungan fasilitasi dari BPBD Kota Bogor sebagai bagian dari pelayanan terpadu yang menyasar kebutuhan masyarakat secara menyeluruh. (Man*/)







