Sabtu, 24 Juli 2021

Ada Apa PDIP dengan Ganjar Pranowo? Capres Tertinggi Popularitasnya Malah Diabaikan

JAKARTA — Popularitas kader PDI Perjuangan yang menjabat Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, melesat tinggi dari hasil survei berbagai lembaga konsultan dan survei politik terkemuka di tanah air. Tak pelak, ia kini menjadi kandidat terkuat dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Namun, sebagai kader PDI Perjuangan (PDIP), peluang Ganjar diusung oleh partainya sendiri terlihat sangat berat dan kalau pun berproses dapat dikatakan sebagai mission impossible jika dikaitkan dengan pernyataan tokoh-tokoh PDI Perjuangan yang terang-terangan menolak pencalonan Ganjar.

Bahkan, dalam sebuah kegiatan konsolidasi PDI Perjuangan yang mengundang semua kepala daerah se Jawa Tengah di Semarang baru-baru ini, Ganjar Pranowo sebagai Kepala Daerah Provinsi malahan tidak diundang.

Sebagian kalangan menduga tak diundangnya Ganjar hanya gimmick dari PDI Perjuangan untuk testing the water atas sikap masyarakat terhadap Ganjar, kendati begitu, hasil sebuah survei justru menyebutkan bahwa Ganjar tetap unggul sekali pun tak diusung parpol berlambang Banteng moncong putih itu.

Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada akhir Mei 2021 menyebutkan, Ganjar tanpa PDI Perjuangan justru akan mendapat dukungan dari pemilih partai lain. Di antaranya, dari simpatisan PKB, Demokrat, partai non-parlemen dan ada yang menyatakan belum tahu memilih partai mana.

Ganjar Pranowo

Dikutip dari laman resmi SMRC, Ganjar juga mendapat suara cukup baik dari pemilih Golkar sebanyak 36 persen, hanya sedikit di bawah Prabowo dari pemilih Golkar 41 persen. Bahkan, Ganjar juga mendapat suara lebih baik dari pemilih Nasdem dibanding Anies.

Baca Juga :  AHY Murka, Jendral Purn Moeldoko Ketua Umum Demokrat Versi KLB

Saat ini ada sejumlah nama tokoh yang memiliki suara tinggi dalam survei pemilih pilpres 2024, mulai dari Menhan Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Termasuk juga, Ketua Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Tetapi, dalam kombinasi antara subjektivitas elite partai, dan dukungan pemilih hanya Prabowo Subianto dan AHY yang paling mendekati. Keduanya petinggi partai dan mendapat dukungan lebih baik dibanding petinggi partai lainnya.

Menurut SMRC, PKS dan Nasdem kemungkinan akan mencalonkan Anies Baswedan, dan apabila calon hanya ada dua, Prabowo vs Anies Baswedan maka pertarungan menjadi sangat ketat dan belum bisa diperkirakan hasilnya sekarang.

Kendati demikian, Anies Baswedan, dibanding Prabowo, cenderung lebih kuat daya serap pemilihnya 10,7 berbanding 8,6 persen ketika jumlah calon yang bersaing makin sedikit.

Akan tetapi, apabila Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tidak dicalonkan PDIP, namun ada partai lain yang mencalonkannya, kemungkinan Ganjar Pranowo unggul atas Prabowo dan Anies Baswedan tanpa dukungan pemilih PDIP yang masih ada tapi menjadi lebih berat. (***/CP)

- Advertisement -

Latest news

Kapolri Minta Jajarannya Kawal Kepala Daerah untuk Segera Realisasikan Belanja APBD

JAKARTA -- Realisasi atau capaian belanja daerah pada Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) di masa pandemi Covid dinilai sangat rendah. Pemerintah pun kini mendorong...
Baca Juga :  Kuatkan Kebersamaan, Keluarga Besar Kasepuhan Jawa Barat-Banten Gelar Silaturrahmi Terbatas

Polri Pidanakan Penyebar Hoaks yang Mengganggu Upaya Penanganan Covid-19

JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menegaskan bakal menindak tegas siapapun pelaku penyebaran informasi palsu atau hoaks yang bisa mengganggu upaya pemerintah dalam penanganan atau...

Ketua DPR Minta Perbaikan Dalam Komunikasi Publik Terkait Penanganan Pandemi Covid

JAKARTA -- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani merespon teguran Presiden kepada jajarannya tentang perbaikan komunikasi publik dalam hal penanganan pandemi Covid dan...

Babinkamtibmas dan Babinsa se-Indonesia Siap Distribusikan Paket Bansos Covid

SIDOARJO-- Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan jajaran TNI-Polri untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) PPKM Darurat kepada masyarakat yang terdampak di seluruh Indonesia. Bansos...

Panglima Hadi Ajak Masyarakat bersama TNI-Polri Perang Lawan Covid-19

SOLO -- Masyarakat Dihimbau untuk terus mewaspadai serangan berbagai varian Virus Corona atau Covid-19 yang saat ini masih melanda tanah air. Mantan Kepala Staf TNI...
- Advertisement -

Related news

Soal Maldministrasi Tes Pegawai KPK, Ombudsman Diminta Tak Intervensi

JAKARTA -- Temuan Ombudsman RI soal dugaan maladministrasi pada Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) alih status pegawai KPK menjadi ASN, dipertanyakan Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemuda...

Pendidikan Berbasis Digital Jadi Solusi Atas Kebutuhan Sumber Daya Manusia

JAKARTA -- Universitas Insan Cita Indonesia (UICI), kampus unggulan yang fokus pada pendidikan berbasis digital kini hadir di Indonesia. UICI menawarkan program studi yang relevan...

Panglima TNI Kembali Mutasi Ratusan Jendral dan Kolonel

JAKARTA -- Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kembali melakukan mutasi para jendral dan kolonel di lingkungan Markas Besar TNI dan tiga matra. Kali ini, sebanyak...

Kapolri Minta Jajarannya Kawal Kepala Daerah untuk Segera Realisasikan Belanja APBD

JAKARTA -- Realisasi atau capaian belanja daerah pada Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) di masa pandemi Covid dinilai sangat rendah. Pemerintah pun kini mendorong...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here