Senin, 3 Oktober 2022

Anies Mau Nyapres, Ketua DPRD Sindir Minim Prestasi

JAKARTA – Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi bereaksi kritis menyusul sikap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengaku siap maju menjadi calon presiden (Capres). Terkait itu, ia menyinggung mengenai kinerja Anies selama memimpin Jakarta.

Menurut Prasetyo, selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta selama kurang lebih 5 tahun, Anies dinilai minim akan prestasi. Ia bahkan menilai banyak masalah ibu kota yang diwariskan.

“Kita bisa lihat sendiri apa yang dikerjakan dia. Banjir belum selesai, dari hulu ke hilir nggak diberesin. Saya rasa masyarakat bisa menilai,” ucap Prasetyo kepada wartawan, Jumat (16/9/2022).

Prasetyo pun menyinggung mengenai realisasi 23 janji Gubernur Anies Baswedan saat kampanye dulu. Ia pun menyebut, realisasi program unggulannya saat kampanye 2017 dulu masih jauh dari target.

“Dari 23 janji kan ada banyak yang enggak terealisasikan. Hunian DP Nol Rupiah belum selesai, masalah penanganan banjir, kemacetan juga belum selesai. Masalahnya dari hulu ke hilir,” terangnya.

Selama lima tahun memimpin Jakarta, politisi PDIP tersebut menilai, tidak ada terobosan yang dibuat Anies Baswedan. Bahkan, ia menyebut masalah banjir dan kemacetan tidak diselesaikan dengan baik.

“Malah dia buat terobosan-terobosan yang menjadi Jakarta makin macet, harusnya menyelesaikan macet. Itu masalah trotoar yang begitu besarnya, yang seperti itu yang dia harus koreksi,” tandas Prasetyo.

Baca Juga :  Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Penipuan, Sekretaris Jaksa Agung Muda Dicopot dari Jabatannya

Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan siap mencalonkan diri sebagai presiden pada 2024 mendatang. Hal tersebut diungkapkannya ketika wawancara dengan Reuters Singapura.

“Saya siap mencalonkan diri sebagai presiden jika ada partai mencalonkan saya,” ucap Anies yang dikutip, Jumat (16/9/2022). Ia juga menyinggung mengenai dirinya yang tidak tergabung dengan partai manapun hingga saat ini.

Kendati demikian, hal tersebut menurut Anies dapat membuat dirinya untuk berkomunikasi dengan semua partai jelang pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

“Survei yang tidak diminta ini terjadi bahkan sebelum saya berkampanye. Saya pikir mereka memberi saya lebih banyak kredibilitas,” ungkapnya.

Niatan Anies tersebut mendapat respons dari Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria. Politikus Partai Gerindra ini mengatakan, dirinya akan tetap memilih capres pilihannya yakni Prabowo Subianto.

Orang nomor dua di Jakarta itu menilai, setiap warga negara memiliki hak dipilih maupun memilih.”Itu hak dari semua warga negara, dipilih dan memilih,” ucap Riza di Balai Kota DKI.

Ia pun mempersilakan publik memilih calon presiden sesuai aspirasi masing-masing. Oleh karenanya, ia tetap berpendirian mendukung pimpinannya untuk menjadi Presiden RI. “Pilihan saya ya pak Prabowo,” ujarnya. (CP)

Latest news

Baca Juga :  Kepala Staf TNI Angkatan Laut Bangga Marinir Hebat Karena Dicintai dan Didukung Rakyat

LPPI Berharap Presiden Jokowi Tunjuk Jenderal Dudung Jadi Panglima TNI

JAKARTA – Dalam waktu dekat, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menunjuk kembali satu dari tiga kepala staf angkatan untuk mengisi posisi Panglima TNI setelah Jendral...

Suap Auditor BPK, Bupati Bogor Dipenjara 4 Tahun

BANDUNG -- Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Bandung - Jawa Barat menjatuhkan vonis selama 4 tahun penjara dan denda Rp 100 juta...

TNI dan Wartawan Bersinergi Cegah Hoaks

Surabaya -- Penyebaran informasi berita bohong atau hoaks sering kali menimbulkan keresahan. Untuk itu masyarakat perlu diingatkan agar memanfaatkan media sosial secara positif dan...

Pendukung Anies Tebar Tabloid, Walikota Malang Tolak Kampanye di Masjid

MALANG -- Aksi pembagian serta penyebarluasan sebuah tabloid berita tentang kesuksesan Gubernur DKI Anies Baswedan di Masjid Al Amin, Jalan Pelabuhan Tanjung Perak-Kota Malang,...

Selesai Sudah Perjalanan Jenderal Sambo di Polri

JAKARTA - Selesai sudah karier cemerlang Inspektur Jenderal Pol Ferdy Sambo di Korps Bhayangkara setelah majelis Komisi Kode Etik Polri (KKEP) menolak pernohonan...
- Advertisement -

Related news

Muhaimin Ingin Dampingi Puan, Prabowo Malah Terbahak-Bahak

JAKARTA – Entah apa yang terjadi pada diri Muhaimain Iskandar saat bertemu dengan Ketua DPP Bidang Polhukam PDI Perjuangan Puan Maharani di Jakarta pada Minggu...

Kemenhan dan TNI Diguyur Tambahan Anggaran Triliunan Rupiah

JAKARTA –DPR RI melalui Komisi I yang membidangi masalah pertahanan keamanan nasional memberikan persetujuan tambahan anggaran Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI)...

Mangkir dari Pemeriksaan, KPK Minta Gubernur Papua Kooperatif

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyesalkan sikap tidak kooperatif Gubernur Papua Lukas Enembe yang tidak memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pada...

Pemkab Bogor Akan Bangun Tempat Pembuangan Sampah di Jasinga

CIBINONG –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor selama ini mengirimkan sampah yang dipungut dari berbagai wilayah Kabupaten Bogor ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga di...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here