Kabarindo24jam.com | Cisarua -Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor mendeklarasikan komitmen pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan dan pengurangan sampah dari sumbernya bersamaan dengan kegiatan Budaya Ngalokat Cai di kawasan Telaga Saat, Kecamatan Cisarua, Jumat (5/6/2026) lalu.
Deklarasi yang bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan rangkaian Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 itu, deklarasi tersebut merupakan bentuk komitmen ASN untuk menjadi contoh sekaligus agen perubahan dalam pengelolaan lingkungan di tengah masyarakat.
“Deklarasi tersebut hanya bentuk komitmen. Sebelum deklarasi, jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor sudah lebih dulu menerapkan komposter di rumah masing-masing pegawai. Sebelum ke masyarakat, maka harus dicontohkan dulu dari ASN,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika dalam keterangannya yang dikutip pada Senin (8/6/2026).
Menurut dia, deklarasi tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran lingkungan dari internal pemerintah daerah sebelum diperluas kepada masyarakat luas. Ia menjelaskan ASN didorong menerapkan pengelolaan sampah organik secara mandiri melalui penggunaan komposter rumah tangga maupun komposter komunal di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
“Harapan kita, para ASN dapat menjadi agen perubahan dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Kita jangan bicara enam juta jiwa dulu, dimulai dari sekitar 44 ribu ASN dulu sebagai contoh bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pemkab Bogor juga mengukuhkan pengurus Forum Kampung Ramah Lingkungan (KRL) tingkat kecamatan sebagai bagian dari strategi memperkuat pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
Forum tersebut diharapkan mampu menjadi wadah edukasi sekaligus memperluas penerapan pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan di tingkat kampung. Sekda Ajat menyebut pelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, komunitas, pelaku usaha hingga media massa.
Karena itu, berbagai deklarasi dan ikrar yang dilakukan dalam kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan menjadi komitmen yang diwujudkan dalam tindakan nyata. “Pesan kami sederhana, jangan berhenti di sini. Lakukan langkah-langkah yang mungkin tidak selalu terlihat dan tidak selalu mendapat pujian, tetapi memberikan dampak nyata bagi lingkungan,” imbuh Ajat. (Cok)







