Rabu, 26 Januari 2022

Awal 2022, Semua Siswa Wajib Ikut Pembelajaran Tatap Muka

JAKARTA — Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud – Ristek) menetapkan bahwa para orang tua murid dilarang untuk memilih pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD) Kemendikbudristek, Jumeri mengemukakan, pada ketentuan SKB 4 Menteri sebelumnya, orang tua masih bisa memilih. Namun memasuki semester genap ini sesuai dengan ketentuan SKB 4 Menteri yang baru, orang tua sudah tidak bisa memilih PTM atau PJJ.

Hal itu disampaikan Jumeri dalam Webinar Penyesuaian Kebijakan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Tahun 2022, secara virtual, Senin (3/1/2022). “Wali peserta didik tidak bisa memilih PTM terbatas atau PJJ setelah Januari, ketentuan berubah, mulai semester 2 semua siswa wajib PTM,” katanya.

Lebih lanjut, dalam kesempatan tersebut, Jumeri menjelaskan berdasarkan peta Covid-19, secara umum banyak daerah di Indonesia yang sudah memasuki zona hijau. Dimana, seluruh kabupaten/kota di Indonesia kata dia sudah berada berada di level PPKM 3, 2, dan 1.

“Sehingga tidak ada alasan bagi daerah untuk tidak melaksanakan PTM 100 persen memasuki di awal Januari 2022, sebagaimana ketentuan SKB 4 Menteri,” jelasnya seraya menambahkan sebanyak 31 persen daerah di daerah Jawa-Bali memasuki zona hijau.

Baca Juga :  Pemerintah Kejar Peningkatan Pendidikan Vokasi daripada Tenaga Profesional

Kemudian 59 persen zona kuning, dan hanya 10 persen yang masih memasuki zona merah. Lalu, untuk di wilayah Sumatera, sebanyak 62 persen sudah memasuki zona hijau, 35 persen zona kuning, dan hanya 4 persen yang masih berada di 4 persen.

Selanjutnya, untuk wilayah Sulawesi, sebanyak 42 persen sudah memasuki zona hijau, 46 persen memasuki zona kuning, dan hanya 12 persen yang masih berada d zona merah. Dan untuk wilayah Nusa Tenggara sebanyak 50 persen daerah di kawasan ini sudah memasuki zona hijau, 49 persen zona kuning, dan hanya 1 persen yang berada dalam zona merah.

Untuk daerah Maluku, sebanyak 31 persen sudah memasuki zona hijau, 65 persen sudah memasuki zona kuning, dan hanya 4 persen yang masih berada di kawasan zona merah. Lalu, di Papua, sebanyak 17 persen daerah sudah memasuki zona hijau, 63 persen zona kuning, dan 20 persen masih berada di zona merah.

Sementara itu, dari sisi pelaksanaan vaksinasi, Jumeri mengungkapkan bahwa sebanyak 81 persen atau 3.66 juta dari 4,5 juta pendidik dan tenaga pendidik sudah menerima vaksin pertama. Kemudian sebanyak 72 persen atau 3.26 juta di antaranya sudah menerima dosis kedua vaksinasi Covid-19. (***/Dwi)

Latest news

Pendidikan Integrasi Siswa TNI AD – Polri Dimulai dari Jawa Barat

BANDUNG -- Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) III Siliwangi, Mayjen TNI Agus Subiyanto dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat Irjen Pol Suntana memimpin upacara...
Baca Juga :  Pemerintah Kejar Peningkatan Pendidikan Vokasi daripada Tenaga Profesional

Pemerintah Kejar Peningkatan Pendidikan Vokasi daripada Tenaga Profesional

JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan, bahwa pendidikan tinggi di Indonesia saat ini masih didominasi...

Nadhlatul Ulama Perkuat Kampus UI untuk Pendidikan Karakter dan Kebangsaan

DEPOK - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjadi bagian dari instrumen pendidikan tinggi dalam upaya membentuk karakter moral dan pendidikan nilai-nilai kebangsaan. Hal...

Pendidikan Tinggi Harus Fasilitasi Mahasiswa untuk Kembangkan Talenta

JAKARTA -- Perubahan dunia yang sangat cepat yang ditandai dengan revolusi industri 4.0 dan disrupsi teknologi perlu disikapi dengan hati-hati. Untuk menghadapinya, diperlukan sikap...

Gubernur Al Haris Tegaskan Jambi Siap Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka

JAMBI – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris memberikan penegasan khusus bahwa Pemerintah Daerah dan jajaran beserta masyarakat Provinsi Jambi telah siap melaksanakan kegiatan...
- Advertisement -

Related news

Mayjend Maruli Tegaskan Tak Pernah Minta Jadi Panglima Kostrad ke Presiden

DENPASAR -- Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX / Udayana Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Maruli Simanjuntak akhirnya merespons sangkaan serta cibiran sejumlah pihak terkait dengan...

Jadikan OTT KPK Sebagai Pelajaran, Mendagri Minta Seluruh Kepala Daerah Waspada

JAKARTA -- Tak sedikit kepala daerah diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) dalam beberapa tahun terakhir ini. Tak pelak, hal ini...

Penunjukan Maruli Simanjuntak Sebagai Pangkostrad Bukan Karena Menantu Luhut Panjaitan

JAKARTA -- Penunjukan menantu Luhut B Panjaitan (Menko Maninves RI)--Mayor Jendral (Mayjen) TNI Maruli Simanjuntak--menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat atau Kostrad, dinilai...

Enam Jendral Yunior Mendapat Promosi Jabatan Strategis

JAKARTA -- Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa telah menandatangani Surat Keputusan Jabatan 328 Perwira Tinggi TNI melalui Keputusan nomor 66/I/2022 tanggal 21 Januari 2022...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here