Bentengi Bawah Laut Indonesia, TNI AL Kolaborasi dengan Militer Italia

Kabarindo24jam.com | Jakarta – Di masa kini yang semakin modern dan canggih, perang tak lagi cuma soal adu moncong meriam di permukaan laut. Atas hal itu, TNI Angkatan Laut (AL) menggandeng Angkatan Laut Italia untuk membentengi wilayah dasar laut Indonesia melalui teknologi siber mutakhir.

Kedua negara sepakat untuk memperkuat proyeksi kekuatan armada tempur dan integrasi logistik, baik lewat jalur pendidikan maupun latihan tempur bersama dalam pertemuan tingkat tinggi di Markas Besar Marina Militare, Roma, Italia, Jumat (22/5/2026).

Bacaan Lainnya

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksda TNI Yayan Sofiyan, menegaskan posisi Indonesia dalam kerja sama ini bukan sekadar numpang lewat, melainkan punya daya tawar (bargaining power) yang sangat tinggi di mata militer Eropa.

Selain karena posisi geografis Nusantara yang berada di jantung Indo-Pasifik dan faktor populasi, aspek infrastruktur bawah laut menjadi kartu as bagi diplomasi militer Indonesia. Apalagi, perairan Indonesia saat ini menjadi jalur paling vital di dunia bagi perlintasan pipa energi serta sistem kabel komunikasi dan internet global.

“Dalam era perang modern di mana sistem kabel laut komunikasi dan internet serta pipa energi yang melintas di perairan Indonesia juga menjadi daya tawar kerja sama diskusi strategis antarperwira kedua Angkatan Laut,” terang Laksda Yayan, dikutip dari keterangan Dispenal, Selasa (26/5/2026).

Sementara itu, Italia menaruh harapan besar agar Indonesia bisa menjadi pintu gerbang utama bagi mereka untuk menjalin kemitraan militer dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara (Asean). Sebaliknya, TNI AL juga membidik peluang untuk ikut unjuk gigi dan berkontribusi positif menjaga keamanan di kawasan Laut Mediterania.

Diketahui, ada satu poin krusial yang jadi sorotan utama dalam forum militer ini, yaitu rencana integrasi sistem tanpa awak (unmanned system) dan teknologi siber (cyber technology) di seluruh domain operasi, dan fokus utamanya sengaja diarahkan ke domain dasar laut. (Cok/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *