Kamis, 2 Desember 2021

Bupati Kediri Tegas dan Keras, Camat Pelaku Pungli Kepala Desa Dicopot dan Pangkatnya Diturunkan

KEDIRI — Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramanda benar-benar tegas dan keras dalam menyikapi soal praktik pungutan liar (pungli) oleh aparatur sipil negara (ASN) maupun pihak lain di wilayah yang dipimpinnya saat ini.

Kali ini, putra dari Sekretaris Kabinet Republik Indonesia Pramono Anung Wibowo ini langsung membebas tugaskan Camat Purwoasri beinisial M yang ketahuan mengutip uang dengan embel-embel Tunjangan Hari Raya (THR) dari kepala desa se Purwoasri.

“Saya sudah diberikan sanksi berupa pemindahan dan penurunan jabatan setingkat lebih rendah setelah menemukan bukti pungli yang dilakukan oleh oknum Camat Purwoasri untuk permintaan THR,” kepada awak media di Kediri, Sabtu (15/5/2021).

Menurut Dhito, pangggilan akrab Bupati Kediri, kabar tentang adanya permintaan THR oleh Camat Purwoasri kepada Kepala Desa dan Pemerintahan Desa (Pemdes) se Kecamatan Purwoasri diinformasikan langsung oleh masyarakat. 

“Saya dengar pada tanggal 4 Mei 2021, setelah buka puasa saya telepon kepada yang bersangkutan untuk menghentikan penarikan THR. Jika sudah terlanjur menarik, maka saya minta untuk dikembalikan,” ujarnya.

Yang membuat Dhito  geram adalah perintahnya tak dihiraukan oleh Camat Purwoasri. Ia malah terus melakukan penarikan uang ke desa – desa. “Kemudian besoknya saya temukan ada pengumpulan sejumlah uang total Rp 15 juta,” paparnya.

Baca Juga :  Gubernur DKI Bayar Hampir Rp 1 Triliun untuk Balapan Formula yang Belum Digelar

Dhito pun mengimbau kepada seluruh ASN yang ada di Kabupaten Kediri untuk tidak melakukan pungli dalam berbagai bentuk maupun alasan apapun. “Saya tak ingin wibawa dan integritas Pemkab Kediri tercemar oleh segelintir oknum,” tegasnya.

Dari informasi yang dihimpun, kasus ini bermula pada tanggal 27 April 2021, ketika Camat Purwoasri mengadakan rapat dengan para kepala desa se Purwoasri. Sebelum rapat, Camat M menanyakan ke Kasi Pemberdayaan Masyarakat mengenai THR dari Desa.

Kemudian Kasi Pemberdayaan Masyarakat meneruskan permintaan camat ini ke para Kepala Desa melalui Grup WhatsApp. Hingga akhirnya pada tanggal 28 April 2021, disepakati angka sebesar Rp 1 juta yang diserahkan kepada Camat dari permintaan semula yang sejumlah Rp 1.5 juta.

Selanjutnya Bupati Dhito menindaklanjuti laporan dari warga mengenai pungli yang dilakukan oleh Camat Purwoasri. Kemudian pada tanggal 5 Mei 2021, Dhito menemukan transaksi di Balai Desa Ketawang Purwoasri dan menemukan uang Rp 15 juta.

Atas ulah memalukan Camat itu, dilakukan proses pemeriksaan oleh inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah. Untuk sanksi yang diberikan ini ada dua macam. Pertama diberikan sanksi berat berupa pemindahan dan kedua penurunan jabatan setingkat lebih rendah. (Amin/Iwan)

Latest news

Bupati Bogor Janji Permudah Perizinan Setelah Ditegur Gubernur Jabar

BOGOR -- Bupati Bogor, Ade Yasin, berjanji akan mengawal kemudahan berinvestasi di wilayahnya, demi melakukan pemulihan ekonomi imbas dari pandemi COVID-19. Untuk itu, dia menginstruksikan...
Baca Juga :  Program Satu Miliar Satu Desa, Inovasi Bupati Bogor untuk Membangun Desa

LIPPI Apresiasi Sikap Humanis Dirlantas Polda Metro Saat Amankan Aksi Demo

JAKARTA -- Aksi damai massa organisasi kemasyarakatan di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Kamis (25/11/21) lalu, tercoreng oleh tindakan anarkis segelintir oknum yang...

Nurut Rais Aam, Pengurus Daerah Desak PBNU Percepat Muktamar

JAKARTA -- Munculnya wacana pengunduran waktu pelaksanaan muktamar Nadhlatul Ulama (NU) ke 34 terkait rencana Pemerintah menerapkan kembali Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 yang...

Disnakertrans Manggarai Timur Gelar Sosialisasi Undang-Undang Ketenagakerjaan

MANGGARAI TIMUR -- Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar kegiatan sosialisasi tentang Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan di...

Momentum Hari Pahlawan, Kabinda Sumut Vaksin Veteran di Medan Deli

MEDAN -- Bertepatan dengan peringatan hari Pahlawan 10 November, Badan Intelijen Negara ((BIN) kembali melaksanakan vaksinasi massal terhadap pelajar dan masyarakat di kota Medan. Di...
- Advertisement -

Related news

Tidak Hormati MPR, Presiden Didesak Copot Sri Mulyani

JAKARTA -- Sikap tidak menghormati dan cenderung menyepelekan keberadaan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), membuat para pimpinan MPR geram dan kemudian mendesak Presiden...

Panitia Reuni 212 Belum Minta Ijin ke Polres Bogor dan Satgas Covid

BOGOR -- Kepolisian Resort (Polres) Bogor menegaskan bahwa pihaknya belum mengeluarkan izin untuk kegiatan reuni 212 yang akan dilaksanakan di Masjid Az-Zikra Sentul, Citeureup,...

DPR Setujui Deputi Gubernur Bank Indonesia yang Baru

JAKARTA -- Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memutuskan untuk menyetujui Juda Agung dan Aida Budiman menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Hal tersebut diambil...

Percepat Gerak Birokrasi, PNS Boleh Berpindah-pindah Instansi

JAKARTA -- Menpan RB alias Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo, menyatakan kementerian yang dipimpinnya saat ini terus berupaya merombak sistem kerja...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here