Senin, 15 April 2024

Dua Orang Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar Tewas, 20 Warga Luka Berat dan Ringan

MAKASSAR — Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan, Minggu malam (28/3/2021) memperbarui informasi korban bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar pada Minggu pagi. Polda merilis bahwa korban luka menjadi 20 orang.

Sementara korban tewas berjumlah dua orang. Satu orang yang diduga kuat pelaku bom bunuh diri, dan satu orang lagi disinyalir pelaku lain yang juga berada di dekat lokasi. “Tapi ini masih dalam proses identifikasi dan pemeriksaan anggota di lapangan,” kata Kapolda Sulsel Irjen Merdisyam.

Kapolda Merdisyam, mengatakan, para korban menderita tingkat luka berbeda-beda, mulai berat, sedang, hingga ringan. Para korban bom bunuh diri saat ini dirawat di tiga rumah sakit di kota Makassar.

Selain Rumah Sakit (RS) Stella Maris, ujar Kapolda, korban luka juga ada yang dirawat di RS Bhayangkara Polri dan RS Siloam Eagles Makassar. “Sampai saat ini di RS Bhayangkara ada 7 orang yang dirawat, Siloam 4 dan sisanya di RS lainnya,” jelas Kapolda.

Irjen Merdisyam juga menambahkan, kondisi korban ada luka berat dan sedang. “Kalau yang ringan sempat diberikan pengobatan ada yang rawat jalan dia sudah pulang,” lanjutnya.

Baca Juga :  Revisi UU Pemilu Batal, Pilkada Bareng Pilpres dan Pileg Munculkan Persoalan

Sedangkan yang parah atau yang mengalami luka bakar masih dirawat intensif dokter dan petugas kesehatan. “Kalau yang luka bakar ini kita rawat intensif di RS Bhayangkara,” terangnya.

Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, hingga saat ini ada dua orang korban meninggal dalam aksi bom bunuh diri di Makassar. Keduanya dinyatakan sebagai pelaku oleh kepolisian.

Mahfud MD menambahkan 20 orang diketahui sebagai korban luka-luka yang saat ini sudah mendapatkan perawatan di sejumlah Rumah Sakit di Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan.

“Peristiwa ini sampai sore ini, informasi yang terbaru saya dapatkan sekarang ternyata ada dua orang yang diduga pelaku bom bunuh diri tewas dan 20 orang masyarakat dan petugas keamanana gereja luka-luka,” ujarnya dalam konferensi pers, Minggu malam.

Menurutnya, sampai saat ini pihaknya dan kepolisian serta lembaga yang terkait dengan terorisme terus melakukan koordinasi untuk mengetahui fakta terkini mengenai tindakan terorisme tersebut. Selain itu, pihaknya juga tetap melakukan pemantauan bilamana ada penambahan jumlah korban luka. (***/CP)

Latest news

- Advertisement -spot_img

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini