Kabarindo24jam.com | AMMAN – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat pada Selasa, 8 September 2026. Amerika Serikat mengumumkan penghancuran lima kapal tanker minyak yang dikaitkan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), sementara media Iran melaporkan serangkaian serangan rudal terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania.
Pada saat yang sama, IRGC mengklaim telah menangkap sebuah kendaraan bawah laut nirawak milik Amerika Serikat di sekitar Selat Hormuz.
Washington membantah gambaran bahwa kendaraan tersebut merupakan aset canggih yang berhasil direbut dalam kondisi operasional dan menyatakan kendaraan itu telah mengalami malfungsi sebelumnya.
AS Hancurkan Lima Tanker Iran
Komando Pusat Amerika Serikat atau U.S. Central Command (CENTCOM) mengonfirmasi pada 8 September bahwa pasukannya menghancurkan lima kapal tanker minyak yang dikaitkan dengan IRGC.
Menurut CENTCOM, tindakan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap dua upaya Iran menyerang kapal perang Amerika Serikat dengan rudal balistik dalam dua hari sebelumnya.
CENTCOM memuat perkembangan itu dalam rilis resminya bertanggal 8 September 2026.
Associated Press juga melaporkan bahwa serangan AS mengenai tanker-tanker Iran di sekitar kawasan Jask dan Pulau Kharg.
Media pemerintah Iran melaporkan sedikitnya tiga tanker diserang dan menyebut awak kapal telah dievakuasi. Reuters melaporkan bahwa serangan tersebut menandai dimulainya kembali serangan AS terhadap sasaran terkait Iran setelah jeda selama dua hari.
Media Iran juga melaporkan serangan di sekitar Kharg dan Jask.
Klaim Serangan Rudal Iran ke Yordania Di tengah eskalasi tersebut, sejumlah media Iran, termasuk Tasnim dan Press TV, melaporkan adanya gelombang serangan rudal Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania.
Laporan tersebut menyebut terjadi ledakan di sekitar dua pangkalan AS di Yordania.
Informasi yang tersedia, klaim mengenai serangan 8 September tersebut belum memperoleh konfirmasi resmi yang sebanding dari Angkatan Bersenjata Yordania maupun CENTCOM. Karena itu, informasi mengenai jumlah rudal yang diluncurkan, Kondisi ini berbeda dengan serangan sebelumnya terhadap wilayah Yordania yang memang telah dikonfirmasi oleh otoritas Yordania.
Muwaffaq Salti di kawasan Azraq merupakan salah satu fasilitas militer strategis Yordania yang digunakan dalam kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat. Pangkalan tersebut memang pernah menjadi sasaran serangan rudal Iran dalam rangkaian konflik sebelumnya.
klaim mengenai kerusakan baru pada Muwaffaq Salti pada 8 September belum dapat dipastikan secara independen. Rekaman video mengenai rudal pencegat yang beredar juga belum cukup untuk menentukan jumlah rudal Iran ataupun jumlah interceptor yang digunakan.
Peristiwa lain yang menarik perhatian terjadi di Selat Hormuz.
IRGC pada 8 September mengklaim pasukannya menangkap sebuah kendaraan bawah laut nirawak milik Amerika Serikat di pintu masuk Selat Hormuz.
Iran menggambarkannya sebagai kendaraan bawah laut nirawak yang memiliki teknologi canggih dan menyatakan gambar kendaraan tersebut akan dirilis.
Juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins, mengatakan kendaraan bawah laut tersebut mengalami malfungsi lebih dari satu hari sebelumnya ketika menjalankan misi pengawasan di perairan kawasan.
Hawkins juga menyatakan kendaraan tersebut merupakan model yang lebih tua, tidak mengumpulkan data sensitif dan tidak membawa perangkat sonar maupun radar yang diklasifikasikan.
Fakta yang dapat dipastikan adalah Iran mengklaim menangkap kendaraan tersebut, sementara Amerika Serikat mengatakan kendaraan itu telah mengalami kerusakan/malfungsi sebelumnya.
Rangkaian perkembangan 8 September menunjukkan konflik AS-Iran kembali memasuki fase eskalasi setelah periode relatif lebih tenang.
Selain serangan terhadap tanker Iran, IRGC mengancam kapal tanker di pelabuhan Bahrain dan Kuwait sebagai bentuk respons.
Iran juga kembali mengancam pembatasan pelayaran di Selat Hormuz.
Pada hari yang sama, kelompok Houthi yang didukung Iran juga melancarkan serangan drone dan rudal terhadap sejumlah sasaran di Arab Saudi. Pemerintah Saudi melaporkan puluhan orang terluka akibat serangan tersebut.
Perkembangan ini menunjukkan eskalasi tidak hanya berlangsung antara Washington dan Teheran, tetapi mulai berdampak lebih luas terhadap keamanan kawasan.
Kesimpulan Perkembangan pada 8 September 2026 memperlihatkan peningkatan tajam konflik Amerika Serikat dan Iran.
(Ls/*)






