Gangguan Sistem NATS Picu Kekacauan Penerbangan Inggris, Heathrow hingga Dublin Terdampak

Kabarindo24jam.com | LONDON – Gangguan teknis pada sistem pengolahan data penerbangan milik National Air Traffic Services (NATS) memicu gangguan besar terhadap lalu lintas udara di Inggris pada Selasa, 8 September 2026. Sejumlah bandara mengalami keterlambatan dan pembatalan penerbangan, sementara dampaknya turut merembet ke sejumlah rute penerbangan Eropa.

NATS melaporkan gangguan mulai berdampak pada layanan sekitar pukul 13.46 waktu Inggris. Permasalahan tersebut berkaitan dengan sistem pemrosesan data penerbangan yang digunakan dalam pengelolaan lalu lintas udara.

Bacaan Lainnya

NATS kemudian menerapkan langkah pemulihan dan menyatakan sistem kembali beroperasi normal sekitar pukul 19.34 waktu setempat.
Meski demikian, pemulihan sistem tidak serta-merta mengembalikan jadwal penerbangan ke kondisi normal.

Penumpukan pesawat dan perubahan jadwal selama gangguan menyebabkan efek berantai berupa keterlambatan dan pembatalan yang berlangsung hingga malam hari.
Bandara Heathrow menjadi salah satu fasilitas penerbangan yang paling terdampak.

Antrean panjang penumpang terlihat di area terminal, termasuk Terminal 4. Kondisi tersebut mencerminkan dampak operasional akibat gangguan penerbangan, tetapi tidak berarti seluruh aktivitas Bandara Heathrow dihentikan.

Bandara Gatwick dan Manchester juga mengalami gangguan. Sejumlah penerbangan terlambat dan sebagian lainnya dibatalkan akibat kapasitas lalu lintas udara yang harus dibatasi selama sistem NATS mengalami gangguan.

Dampak serupa dilaporkan di sejumlah bandara Inggris lainnya.
British Airways menjadi salah satu maskapai yang mengalami dampak cukup besar, terutama karena Heathrow merupakan basis operasi utamanya.

Sejumlah penerbangan BA mengalami pembatalan maupun keterlambatan. Maskapai tersebut juga mengingatkan penumpang bahwa gangguan jadwal dapat berlanjut setelah sistem NATS kembali normal.

Ryanair juga melaporkan dampak signifikan terhadap operasinya. Puluhan penerbangan dibatalkan dan puluhan ribu penumpang mengalami keterlambatan. Sementara itu, easyJet turut mengalami pembatalan dan perubahan jadwal akibat efek berantai pada jaringan penerbangannya.

Gangguan juga memengaruhi maskapai Eropa yang memiliki penerbangan menuju dan dari Inggris. KLM dan Lufthansa termasuk operator yang terdampak, sementara sejumlah penerbangan antara Inggris dan kota-kota Eropa lainnya mengalami penyesuaian jadwal.

Dampak tersebut tidak berhenti di Inggris. Bandara Dublin di Irlandia ikut mengalami gangguan pada sejumlah penerbangan yang memiliki keterkaitan dengan jaringan penerbangan Inggris.

Gangguan pada satu titik jaringan penerbangan dapat menyebabkan pesawat, awak dan jadwal penerbangan berikutnya ikut terdampak.

EUROCONTROL sebagai pengelola jaringan lalu lintas udara Eropa turut melakukan pengaturan terhadap arus penerbangan untuk mengantisipasi penumpukan. Dampak tidak langsung kemudian dirasakan pada sejumlah rute di negara Eropa lainnya, terutama penerbangan yang terhubung dengan Inggris.

NATS menegaskan bahwa gangguan tersebut merupakan persoalan teknis pada sistem pemrosesan data penerbangan.

Hingga informasi yang tersedia, belum terdapat konfirmasi resmi bahwa insiden tersebut merupakan serangan siber. Karena itu, klaim yang menyebut gangguan Heathrow sebagai akibat serangan siber belum dapat dijadikan fakta.

Dengan demikian, informasi mengenai “Heathrow menghentikan seluruh penerbangan” juga tidak menggambarkan kondisi sebenarnya.

Heathrow tetap beroperasi, tetapi kapasitas penerbangan mengalami pembatasan sehingga terjadi pembatalan, keterlambatan dan antrean penumpang.

Pihak terkait masih melakukan evaluasi untuk memastikan penyebab teknis dan mencegah gangguan serupa kembali terjadi.

(Ls/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *