Kapal Tanker Honour 25 Masih Disandera di Somalia, Negosiasi Berlangsung

Kabarindo24jam.com | Somalia Coast – Kapal tanker Honour 25 yang dibajak perompak di lepas pantai Somalia sejak 21 April 2026 dilaporkan masih berada dalam kendali kelompok bersenjata, dengan seluruh awak kapal belum dibebaskan hingga Rabu (29/4).

Misi keamanan maritim Uni Eropa, EUNAVFOR Operation Atalanta, mengonfirmasi bahwa insiden pembajakan terjadi pada 21 April di perairan utara Somalia, setelah sebelumnya menerima peringatan aktivitas kelompok bajak laut di wilayah tersebut.

Bacaan Lainnya

Kapal kemudian terdeteksi berada di dalam perairan Somalia dan diawasi oleh aset maritim internasional yang berada di sekitar lokasi.

Kronologi dan posisi kapal
Menurut laporan otoritas maritim dan pemantau keamanan laut, kapal tanker tersebut dibajak oleh sedikitnya enam orang bersenjata yang kemudian diperkuat oleh kelompok tambahan setelah penguasaan awal.

Kapal dilaporkan dipindahkan dan ditambatkan di dekat wilayah pesisir Puntland, sekitar antara Hafun dan Bandarbeyla, setelah dibajak di laut lepas sekitar 30 mil laut dari pantai.

Sebanyak sekitar 17 awak kapal dari berbagai negara, termasuk warga negara Indonesia, Pakistan, India, dan Myanmar, berada di atas kapal saat pembajakan terjadi.

Hingga kini seluruh awak masih dalam kondisi disandera, dengan komunikasi yang dilaporkan terbatas dan tidak stabil.

Negosiasi dan upaya pembebasan
Pemerintah sejumlah negara, termasuk Indonesia dan Pakistan, dilaporkan terus melakukan koordinasi dengan otoritas lokal Somalia serta pihak terkait lainnya untuk mengupayakan pembebasan awak kapal.

Belum ada rincian resmi mengenai nilai tebusan yang diminta, namun proses negosiasi diyakini sedang berlangsung secara tertutup.

Hingga 29 April 2026, belum terdapat laporan mengenai operasi militer langsung untuk merebut kembali kapal tersebut.
Pasukan EUNAVFOR dilaporkan tetap berada di sekitar area untuk memantau situasi dan mengumpulkan informasi, tanpa melakukan intervensi bersenjata terhadap kapal yang dibajak.

Insiden Honour 25 menjadi bagian dari rangkaian pembajakan yang terjadi dalam waktu berdekatan di kawasan tersebut.
Laporan keamanan maritim menyebutkan sedikitnya tiga kapal dibajak dalam satu pekan terakhir, memicu kekhawatiran akan kembalinya aktivitas perompakan di wilayah Tanduk Afrika.

Otoritas maritim internasional juga mencatat peningkatan ancaman terhadap pelayaran komersial di perairan Somalia, setelah beberapa tahun relatif menurun.

(Ls/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *