Selasa, 26 Oktober 2021

Kubu KLB Yakin Menang, Jendral Moeldoko Segera Benahi Internal Demokrat

JAKARTA — Setelah hampir satu bulan terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Jendral TNI Purn Moeldoko, mulai awal bulan April 2021 mulai bergerak membenahi dan menertibkan internal partai. Kubu Moeldoko merasa perlu melakukan hal itu lantaran merasa optimis Kementerian Hukum dan HAM akan mengesahkan kepengurusan Moeldoko.

“Kami akan segera disahkan oleh Kemenkumham, karena itu Pak Moeldoko dalam waktu secepatnya akan mengambil langkah-langkah penertiban di internal partai,” kata juru bicara Demokrat hasil KLB, Muhammad Rahmad, dalam keterangan tertulis, Selasa (30/3/2021).

Para kader, kata Rahmad, diminta tetap kompak di bawah komando Moeldoko. Dan terkait pernyataan Ketua Umum Demokrat hasil Kongres Ke-V, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), diminta tidak dihiraukan. “Karena kepengurusan AHY sudah dinyatakan demisioner oleh peserta kongres di Deli Serdang,” ujarnya.

Rahmad juga menjamin Moeldoko tak akan meniru gaya kepemimpinan AHY. Salah satunya, sewenang-wenang memecat kader. “AHY dan keluarganya seolah menempatkan dirinya sebagai pemilik Demokrat, padahal bukan,” ujar Rahmad.

Baca Juga :  99 Perwira Tinggi Dimutasi, Ada yang Pensiun, Pindah Posisi Setara dan Dipromosi

Dia menekankan Moeldoko bakal menonjolkan demokrasi dalam memimpin partai. Moeldoko tidak bakal menerapkan prinsip autokrasi keluargaisme. “Demokrat adalah milik kita semua masyarakat Indonesia, bukan milik satu dua orang,” katanya.

Tak cuma itu, Rahmad pun merespons pernyataan AHY yang menyebut kubu Moeldoko banyak berbohong. Semestinya, katanya, AHY tidak perlu panik atas tudingan terkait radikalisme.

“Kami mencatat dengan sangat teliti pernyataan pertanyaan AHY, ketua umum demisioner, terkait radikalisme dan lain lain. AHY atau SBY tidak perlu panik, kebakaran jenggot atau mengulang-ulang kata berbohong,” kata Rahmad.

Menurut Rahmad, AHY tidak perlu berulangkali menyebutkan tudingan itu adalah kebohongan. Semestinya AHY cukup menjelaskan saja mengapa pada masa kepemimpinan presiden Susilo Bambang Yudhoyono organisasi radikal itu tumbuh subur.

“Jelaskan saja oleh AHY atau SBY ke masyarakat luas, kenapa organisasi radikal bisa tumbuh subur di Indonesia di era kepemimpinan SBY sebagai presiden sekaligus sebagai ketua umum dan ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat,” ujarnya. (***/CP)

- Advertisement -

Latest news

Airlangga Hartarto Luncurkan Roadmap Kemenangan di 2024

JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto benar-benar sangat serius mempersiapkan dirinya untuk menjadi Presiden pengganti Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres)...
Baca Juga :  Bupati Bogor Realisasikan Dana Rp 1 Miliar Satu Desa, Awas Jangan Diselewengkan!

Wisatawan Bebas ke Bali, Panglima TNI dan Kapolri Atensi Khusus Tempat Karantina

BADUNG – Seiring dengan turunnya level Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Wilayah Provinsi Bali dan untuk mendorong pemulihan ekonomi daerah, maka sejak...

Masyarakat Dukung Kapolri Tindak Tegas Polisi yang Langgar Aturan Dalam Bertugas

JAKARTA -- Apresiasi serta dukungan publik terus mengalir terhadap langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menginstruksikan secara tegas kepada seluruh jajarannya untuk...

Jaksa Geledah Kantor dan Sita Dokumen KPU Tanjabtim, Inspektorat Tuding Gegabah!

JAMBI -- Menyusul tindakan Jaksa menggeledah kantor dan menyita dokumen KPUD Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Inspektorat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia menyampaikan...

LAKSI Minta KPK Usut Tuntas Kasus Korupsi Pengadaan Lahan Rumah Dp 0%

JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diharapkan dapat mengusut tuntas dugaan penyimpangan dalam pengadaan lahan perumahan DP 0 persen di kawasan Munjul, Jakarta Timur,...
- Advertisement -

Related news

Militer Sudan Tak Tahan Lagi Duduki Kekuasan Politik, Perdana Menteri Ditangkap 

KHARTOUM - Gelombang kudeta militer di wilayah Benua Arab-Afrika kembali terjadi. Kali ini, militer di negara Sudan melangsungkan aksi pengambilalihan kekuasaan politik yang...

Tuduh Pimpinan KPK Langgar Kode Etik, Novel Baswedan Menuai Kecaman Publik

JAKARTA -- Sejumlah kalangan mengecam pernyataan dan segala tuduhan yang disampaikan oleh mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kepada publik soal adanya...

Airlangga Hartarto Luncurkan Roadmap Kemenangan di 2024

JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto benar-benar sangat serius mempersiapkan dirinya untuk menjadi Presiden pengganti Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres)...

Bank Jabar Banten Dinilai Setengah Hati Bantu Pelaku UMKM

TAMAN SARI - Para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) / IKM (Industri Kecil Menengah) di wilayah Kecamatan Taman Sari, beberapa waktu...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here