Jumat, 18 Juni 2021

Kubu KLB Yakin Menang, Jendral Moeldoko Segera Benahi Internal Demokrat

JAKARTA — Setelah hampir satu bulan terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Jendral TNI Purn Moeldoko, mulai awal bulan April 2021 mulai bergerak membenahi dan menertibkan internal partai. Kubu Moeldoko merasa perlu melakukan hal itu lantaran merasa optimis Kementerian Hukum dan HAM akan mengesahkan kepengurusan Moeldoko.

“Kami akan segera disahkan oleh Kemenkumham, karena itu Pak Moeldoko dalam waktu secepatnya akan mengambil langkah-langkah penertiban di internal partai,” kata juru bicara Demokrat hasil KLB, Muhammad Rahmad, dalam keterangan tertulis, Selasa (30/3/2021).

Para kader, kata Rahmad, diminta tetap kompak di bawah komando Moeldoko. Dan terkait pernyataan Ketua Umum Demokrat hasil Kongres Ke-V, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), diminta tidak dihiraukan. “Karena kepengurusan AHY sudah dinyatakan demisioner oleh peserta kongres di Deli Serdang,” ujarnya.

Rahmad juga menjamin Moeldoko tak akan meniru gaya kepemimpinan AHY. Salah satunya, sewenang-wenang memecat kader. “AHY dan keluarganya seolah menempatkan dirinya sebagai pemilik Demokrat, padahal bukan,” ujar Rahmad.

Baca Juga :  Pemerintah Jamin Keamanan Warga Pelapor Buruknya Pelayanan Publik

Dia menekankan Moeldoko bakal menonjolkan demokrasi dalam memimpin partai. Moeldoko tidak bakal menerapkan prinsip autokrasi keluargaisme. “Demokrat adalah milik kita semua masyarakat Indonesia, bukan milik satu dua orang,” katanya.

Tak cuma itu, Rahmad pun merespons pernyataan AHY yang menyebut kubu Moeldoko banyak berbohong. Semestinya, katanya, AHY tidak perlu panik atas tudingan terkait radikalisme.

“Kami mencatat dengan sangat teliti pernyataan pertanyaan AHY, ketua umum demisioner, terkait radikalisme dan lain lain. AHY atau SBY tidak perlu panik, kebakaran jenggot atau mengulang-ulang kata berbohong,” kata Rahmad.

Menurut Rahmad, AHY tidak perlu berulangkali menyebutkan tudingan itu adalah kebohongan. Semestinya AHY cukup menjelaskan saja mengapa pada masa kepemimpinan presiden Susilo Bambang Yudhoyono organisasi radikal itu tumbuh subur.

“Jelaskan saja oleh AHY atau SBY ke masyarakat luas, kenapa organisasi radikal bisa tumbuh subur di Indonesia di era kepemimpinan SBY sebagai presiden sekaligus sebagai ketua umum dan ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat,” ujarnya. (***/CP)

- Advertisement -

Latest news

Ajang Pemilihan Presiden 2024 Ditentukan oleh Tiga Ketua Umum Parpol Besar

JAKARTA -- Lembaga konsultan dan survei politik terkemuka di tanah air, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, menyebutkan bahwa pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang...

Bikin Berbagai Gebrakan, DPR RI Puji Kinerja Kapolri Listyo Sigit

JAKARTA -- Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo selama beberapa bulan terakhir. Herman menyebut digitalisasi...
Baca Juga :  Pemerintah Jamin Keamanan Warga Pelapor Buruknya Pelayanan Publik

Lebih Senior dan Dekat Dengan Presiden, Andika Perkasa Diyakini Jabat Panglima TNI

JAKARTA -- Beberapa hari terakhir ini, publik di tanah air diriuhkan dengan topik siapa figur Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto yanh...

Ada Apa PDIP dengan Ganjar Pranowo? Capres Tertinggi Popularitasnya Malah Diabaikan

JAKARTA -- Popularitas kader PDI Perjuangan yang menjabat Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, melesat tinggi dari hasil survei berbagai lembaga konsultan dan survei politik...

Kinerja Jaksa Agung Mentereng, 11 Pejabat Kejaksaan yang Nakal Langsung Dicopot

JAKARTA -- Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) selama dua tahun terakhir di bawah kepemimpinan Jaksa Agung Sanitiar Burhanudin kian mentereng. Kinerjanya memberantas korupsi semakin...
- Advertisement -

Related news

Kepala BNN Rotasi Belasan Pejabat Strategis, Brigjen Sukawinaya Jadi Sekretaris Utama

JAKARTA -- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Petrus Golosse mempromosikan Brigjen Pol I Wayan Sukawinaya, ke jabatan strategis di lingkungan BNN sebagai Sekretaris...

Di Tengah Hiruk Pikuk Soal Calon Panglima TNI, KPK Tagih LHKPN Jendral Andika

JAKARTA -- Hiruk pikuk di ranah publik terkait dengan wacana pergantian Panglima TNI yang memunculkan nama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Andika Perkasa...

Ajang Pemilihan Presiden 2024 Ditentukan oleh Tiga Ketua Umum Parpol Besar

JAKARTA -- Lembaga konsultan dan survei politik terkemuka di tanah air, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, menyebutkan bahwa pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang...

Serap Aspirasi dan Komunikasi dengan Masyarakat, Bupati Bogor Gelar Boling

CIBINONG -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar program Rebo Keliling (Boling) secara daring dan luring di Kecamatan Klapanunggal. Bupati Bogor Ade Yasin memastikan bahwa...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here