Jumat, 18 Juni 2021

Masuk ke Negara Tetangga Secara Ilegal, Gubernur Papua Cuma Ditegur Keras

PAPUA – Menyusul tindakan Pemerintah Papua Nugini yang memulangkan Gubernur Papua Lukas Enembe secara paksa pada Jumat (2/4/2021) lalu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan sudah memberikan sanksi berupa teguran keras kepada Lukas.

Sanksi itu diberikan setelah Tito melakukan pertemuan tertutup dengan Gubernur Papua Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Klemen Tinal di rumah jabatan Wakil Gubernur di Jayapura, akhir pekan kemarin. Mendagri ke Papua usai melakukan kunjungan kerja ke Timika.

“Pak Lukas bilang mau berobat, dan saya memang tahu kalau gubernur kondisi kesehatannya kurang baik. Beberapa kali ke Jakarta, beliau berobat ke rumah sakit. Saya terakhir (bertemu) pak Lukas sebulan lalu,” ujar Tito dalam keterangan persnya, Senin (5/4/2021).

Ketika disinggung terkait kepergian Gubernur Papua, Lukas Enembe secara ilegal ke Papua Nugini, dirinya mengatakan yang bersangkutan sempat dihubungi melalui telepon dan Gubernur Lukas beralasan hanya ingin berobat atau jalani terapi kesehatan.

“Cuma saya mengenai masalah ke PNG, saya sudah sampaikan, apapun alasannya langkah itu salah, tidak sesuai aturan yang ada. Pergi tanpa izin, apalagi di tengah situasi pandemi Covid,” kata mantan Kepala Polri ini.

Baca Juga :  Menolak Hasil Tes Wawasan Kebangsaan, Pegawai KPK Dianggap Melawan UU ASN

Tito kembali menegaskan, bahwa Kemendagri tidak akan pernah melarang bila ada kepala daerah yang ingin berobat keluar daerahnya. Bahkan keluar negeri pun, Kemendagri pasti akan memberikan izin,” imbuhnya.

“Sampai hari ini Pak Lukas tidak pernah mengajukan izin ke Kemendagri, tidak pernah. Kalau memang urgent sekali, bisa langsung komunikasi dengan saya sebagai otoritas yang memberikan izin, setelah itu surat boleh menyusul. makanya saya mau temui. Sementara saya sudah berikan sanksi teguran keras,” tambah Tito.

Sebelumnya diberitakan, Lukas Enembe mengakui bahwa dirinya masuk ke wilayah Papua Nugini secara ilegal dengan memakai jasa ojek yang biasa mengantar penumpang melalui jalan tikus. Ia pun beralasan, terpaksa melakukan hal itu karena hendak berobat di Papua Nugini.

“Memang benar saya ke Vanimo 31 Maret, melalui jalan setapak dengan menggunakan ojek untuk berobat,” ujar Gubernur Lukas Enembe saat menjalani pemeriksaan di Kantor Imigrasi Jayapura usai dideportasi oleh pihak keamanan Papua Nugini. ((***/CP)

- Advertisement -

Latest news

Kepala BNN Rotasi Belasan Pejabat Strategis, Brigjen Sukawinaya Jadi Sekretaris Utama

JAKARTA -- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Petrus Golosse mempromosikan Brigjen Pol I Wayan Sukawinaya, ke jabatan strategis di lingkungan BNN sebagai Sekretaris...

Bikin Berbagai Gebrakan, DPR RI Puji Kinerja Kapolri Listyo Sigit

JAKARTA -- Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo selama beberapa bulan terakhir. Herman menyebut digitalisasi...
Baca Juga :  Ratusan Ribu Personil Polri, TNI bersama Instansi Terkait Dikerahkan untuk Pengamanan Perayaan Idul Fitri

Lebih Senior dan Dekat Dengan Presiden, Andika Perkasa Diyakini Jabat Panglima TNI

JAKARTA -- Beberapa hari terakhir ini, publik di tanah air diriuhkan dengan topik siapa figur Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto yanh...

Ada Apa PDIP dengan Ganjar Pranowo? Capres Tertinggi Popularitasnya Malah Diabaikan

JAKARTA -- Popularitas kader PDI Perjuangan yang menjabat Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, melesat tinggi dari hasil survei berbagai lembaga konsultan dan survei politik...

Kinerja Jaksa Agung Mentereng, 11 Pejabat Kejaksaan yang Nakal Langsung Dicopot

JAKARTA -- Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) selama dua tahun terakhir di bawah kepemimpinan Jaksa Agung Sanitiar Burhanudin kian mentereng. Kinerjanya memberantas korupsi semakin...
- Advertisement -

Related news

Kepala BNN Rotasi Belasan Pejabat Strategis, Brigjen Sukawinaya Jadi Sekretaris Utama

JAKARTA -- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Petrus Golosse mempromosikan Brigjen Pol I Wayan Sukawinaya, ke jabatan strategis di lingkungan BNN sebagai Sekretaris...

Di Tengah Hiruk Pikuk Soal Calon Panglima TNI, KPK Tagih LHKPN Jendral Andika

JAKARTA -- Hiruk pikuk di ranah publik terkait dengan wacana pergantian Panglima TNI yang memunculkan nama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Andika Perkasa...

Ajang Pemilihan Presiden 2024 Ditentukan oleh Tiga Ketua Umum Parpol Besar

JAKARTA -- Lembaga konsultan dan survei politik terkemuka di tanah air, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, menyebutkan bahwa pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang...

Serap Aspirasi dan Komunikasi dengan Masyarakat, Bupati Bogor Gelar Boling

CIBINONG -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar program Rebo Keliling (Boling) secara daring dan luring di Kecamatan Klapanunggal. Bupati Bogor Ade Yasin memastikan bahwa...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here