Senin, 15 April 2024

Menkumham Ingatkan SBY dan AHY Berhenti Tuding Pemerintah Terkait Konflik Demokrat

JAKARTA – Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly merasa gusar dengan sikap dan propaganda mantan Presiden RI yang kini menjabat Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum DPP Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terkait dengan persoalan internal partai mereka. Keduanya terus membangun opini seolah-olah pemerintah tidak netral.

Karena itu, Yasonna meminta keduanya berhenti menuding pemerintah tidak objektif. “Tolong Pak SBY dan AHY jangan tuding-tuding pemerintah begini, pemerintah begitu. Kami objektif kok. Jangan main serang-serang yang tidak ada dasarnya,” ujar Yasonna kepada wartawan di gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (9/3).

Yasonna menegaskan bahwa dirinya menganggap permasalahan tersebut masih menjadi permasalahan internal partai. Sebab sampai saat ini belum ada yang menyerahkan berkas apa pun terkait hasil KLB Demokrat tersebut. Namun begitu, Yasonna mengaku bahwa pemerintah akan menangani kasus itu dengan cara yang objektif.

Baca Juga :  Pesan Khusus Kapolri Kepada Kepala Bareskrim, Tuntaskan Kasus KM 50

“Saat ini kami masih melihat masalah itu masih masalah internal Demokrat. Karena kelompok yang dikatakan KLB belum ada menyerahkan satu lembar dokumen apa pun kepada kami,” tambah mantan anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan 3 periode itu.

Oleh karena itu, SBY dan AHY tak perlu memberikan tuduhan yang bukan-bukan terhadap pemerintah. Oleh sebab, Kementerian Hukum dan HAM akan bersikap profesional dalam menangani kasus partai pemenang Pemilu 2009 ini.

“Kami akan bertindak profesional sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Itu supaya dicatat. Itu saja titik,” kata Yasonna seraya menegaskan bahwa pihaknya akan menilai secara objektif sesuai AD/ART Partai Demokrat.

“Nanti kalau KLB datang kita akan menilai semuanya apakah sesuai AD/ART Partai Demokrat dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Itu yang penting,” pungkasnya. (CP)

Latest news

- Advertisement -spot_img

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini