Kamis, 2 Desember 2021

NTT Berduka, Bencana di Akhir Pekan Tewaskan 68 Jiwa dan Ribuan Warga Mengungsi

FLORES — Bencana Banjir bandang yang terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (4/4/2021) dinihari dan siang hari, menelan korban jiwa puluhan orang, ratusan orang terluka dan ribuan warga mengungsi ke tempat yang aman. Penanganan pasca bencana saat ini masih terus dilakukan oleh BNPB, pemerintah daerah bersama aparat TNI-Polri dan kelompok relawan.

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa pagi (6/4/2021), jumlah korban meninggal dunia tersebar di empat Kabupaten. “Korban jiwa saat ini terdata 68 orang dan angka ini masih berubah karena masih berlangsung pendataan di lapangan,” ungkap Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati.

Sebaran korban jiwa dari bencana banjir bandang yaitu; Kabupaten Flores Timur 44 orang, Kabupaten Lembata 11 orang, Kabupaten Ende 2 orang, dan Kabupaten Alor 11 orang. Selain itu, total 15 orang mengalami luka-luka, 70 orang hilang dan 938 kepala keluarga atau 2.655 jiwa terdampak.

Raditya juga menyampaikan, kerugian materil dari bencana banjir bandang yaitu, 25 unit rumah rusak berat, 114 unit rumah rusak sedang, 17 unit rumah hanyut, 60 unit rumah terendam, 743 unit rumah terdampak, 40 titik akses jalan tertutup pohon tumbang, 5 jembatan putus, 1 unit fasum terdampak dan 1 unit kapal tenggelam.

BNPB mencatat lima daerah di NTT yang diterjang bencana hidrometeorologi akhir pekan kemarin, wilayah pertama yang terkena imbas adalah Kabupaten Flores Timur. Banjir bandang pada Minggu dinihari menyapu delapan desa yang tersebar di empat kecamatan.

Selain, di Kabupaten Flores Timur, banjir juga menyusul di Kabupaten Sumba Timur, Minggu (4/4) pukul 10.00 WITA. Banjir terjadi di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Kambera, Pandawai, Karera dan Wulawujelu. Akibatnya, sebanyak 54 KK atau 165 jiwa harus mengungsi mengungsi.

Baca Juga :  Kejaksaan Tinggi Dalami Dugaan Korupsi Dana BOS Pengadaan Soal Ujian Madrasah se Jawa Barat

Masih di hari yang sama, Kota Kupang didatangi bencana angin kencang, longsor, banjir rob dan gelombang pasang, Minggu (4/4) pukul 19.00 WIB. Akibatnya, sebanyak 743 KK atau 2.190 warga terdampak. Sellain itu, 10 rumah warga mengalami rusak sedang dan 15 titik akses jalan tertutup pohon tumbang. Listrik padam dan internet mati.

Selang berapa jam, Kabupaten Lembata juga dihadang banjir bandang. Banjir mulai naik pukul 19.00 WITA. Beberapa lokasi terdampak yaitu Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur yang termasuk di dalamnya Desa Waowala, Tanjung Batu, Amakala, Jontona, Lamawolo dan Waimatan. Akibat banjir bandang tersebut, akses jalan menuju desa-desa terdampak bencana, aliran listrik dan jaringan internet di sejumlah tempat hingga saat ini putus dan mati total.

Selain banjir, Angin kencang juga terjadi di beberapa wilayah NTT, yaitu di Kabupaten Malaka Tengah dan Kabupaten Ngada. BNPB mencatat, imbas dari angin kencang tersebut, 6 KK terdampak dan 1 luka berat. Selain itu, kerugian berupa materiil yaitu rumah rusak sedang 2 unit dan rusak berat 4 unit, gedung pengadilan rusak sedang 1 unit, kapal tenggelam 1 unit dan 6 titik ruas jalan tertutup pohon tumbang.

BNPB menyebutkan jumlah korban yang diakibatkan bencana-bencana itu masih terus berubah sebab masih dilakukan evaluasi di lokasi kejadian. BNPB juga memastikan bahwa pihaknya bersama aparat TNI / Polri, pemerintah daerah dan para relawan terus melakukan penanganan khusus pasca bencana.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bencana banjir, air rob dan longsor di wilayah NTT itu akibat cuaca ekstrem yang dipicu oleh dua bibit siklon tropis. BMKG pun sudah mendeteksi keberadaan bibit siklon tropis 99 S yang mulai terbentuk di sekitar Laut Sawu, NTT sejak 2 April lalu.  (***/Nobe/CP)

Latest news

Baca Juga :  Bupati Bogor Lantik 180 Pejabat Eselon II, III dan IV untuk Peningkatan Kinerja

Tidak Hormati MPR, Presiden Didesak Copot Sri Mulyani

JAKARTA -- Sikap tidak menghormati dan cenderung menyepelekan keberadaan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), membuat para pimpinan MPR geram dan kemudian mendesak Presiden...

Panitia Reuni 212 Belum Minta Ijin ke Polres Bogor dan Satgas Covid

BOGOR -- Kepolisian Resort (Polres) Bogor menegaskan bahwa pihaknya belum mengeluarkan izin untuk kegiatan reuni 212 yang akan dilaksanakan di Masjid Az-Zikra Sentul, Citeureup,...

Bupati Bogor Janji Permudah Perizinan Setelah Ditegur Gubernur Jabar

BOGOR -- Bupati Bogor, Ade Yasin, berjanji akan mengawal kemudahan berinvestasi di wilayahnya, demi melakukan pemulihan ekonomi imbas dari pandemi COVID-19. Untuk itu, dia menginstruksikan...

Bentrok Anggota Kopassus dengan Personil Brimob Bikin Geram Panglima TNI

JAKARTA -- Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jendral Andika Perkasa seketika merasa gusar dan kecewa mendengar kabar Satgas Nanggala Kopassus TNI AD terlibat bentrokan dengan...

Percepatan Muktamar NU Terus Disuarakan, PBNU Harus Patuhi Rais Am

SURABAYA -- Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur secara resmi mendukung percepatan penyelenggaraan Muktamar NU ke-34 di Lampung pada 17 Desember 2021 yang sesuai...
- Advertisement -

Related news

Tidak Hormati MPR, Presiden Didesak Copot Sri Mulyani

JAKARTA -- Sikap tidak menghormati dan cenderung menyepelekan keberadaan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), membuat para pimpinan MPR geram dan kemudian mendesak Presiden...

Panitia Reuni 212 Belum Minta Ijin ke Polres Bogor dan Satgas Covid

BOGOR -- Kepolisian Resort (Polres) Bogor menegaskan bahwa pihaknya belum mengeluarkan izin untuk kegiatan reuni 212 yang akan dilaksanakan di Masjid Az-Zikra Sentul, Citeureup,...

DPR Setujui Deputi Gubernur Bank Indonesia yang Baru

JAKARTA -- Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memutuskan untuk menyetujui Juda Agung dan Aida Budiman menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Hal tersebut diambil...

Percepat Gerak Birokrasi, PNS Boleh Berpindah-pindah Instansi

JAKARTA -- Menpan RB alias Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo, menyatakan kementerian yang dipimpinnya saat ini terus berupaya merombak sistem kerja...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here