Rabu, 17 Agustus 2022

Otoritas Keamanan Belanda Galau dan Pusing, Perdana Menterinya Mau Dibunuh Mafia

AMSTERDAM – Menyusul potensi ancaman pembunuhan akibat kebijakan memerangi mafia atau organisasi kejahatan, Dinas Keamanan Kerajaan dan Diplomatik serta Kepolisian Belanda kini tengah melakukan upaya ekstra untuk mengamankan Perdana Menteri Mark Rutte yang berkeras menolak tindakan pengamanan yang berlebihan terhadap dirinya.

Tindakan khusus pengamanan fisik Mark Rutte menjadi sangat penting dan bahkan topik terhambat di negeri kincir angin itu, setelah polisi menerima sinyal tentang kemungkinan serangan mematikan oleh penjahat yang terkait dengan perdagangan narkoba terhadap Mark.

Meski sebenarnya kekerasan senjata di Belanda jarang terjadi, pembunuhan dan kekerasan yang terkait dengan perdagangan narkoba telah menjadi hal biasa dalam beberapa tahun terakhir. Itu terjadi karena persaingan bos sindikat narkoba dalam memperebutkan wilayah.

Sebuah sumber pemerintah, yang berbicara dengan syarat anonim, membenarkan laporan tersebut di surat kabar De Telegraaf pada Selasa 28 September 2021. Namun Otoritas keamanan nasional Belanda menolak mengomentari laporan tersebut.

“Keselamatan dan perlindungan adalah masalah yang tidak pernah dibahas di depan umum, itu merupakan ranah khusus pihak keamanan dalam negeri,” kata seorang pejabat berwenang terkait laporan itu.

Mark Rutte, yang memimpin pemerintahan konservatif telah bersumpah untuk memberantas kejahatan terorganisir, selalu berusaha mempertahankan tingkat perlindungan pribadi yang terbatas sejak menjabat sebagai perdana menteri hampir 11 tahun yang lalu.

Dia figur yang sederhana dan sering terlihat bersepeda dari rumahnya dan gedung-gedung pemerintah di Den Haag. Pengawal pribadinya tidak terlihat mencolok, sehingga dia sering didekati oleh orang yang lewat ingin berfoto selfie dengannya atau mengobrol.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Tegas, Militer Myanmar Harus Hentikan Kekerasan Terhadap Rakyatnya

Sementara itu, Badan Intelijen Belanda mendapat informasi penting bahwa Mark Rutte sedang diawasi oleh pars pengintai dari organisasi kejahatan besar. Intelijen menganalisa sangat mungkin Mark diserang atau dibunuh, pada bulan ini atau di bulan Oktober.

Karena Mark Rutte suka bersepeda ke tempat kerja dan berjalan kaki di antara pertemuan, bahkan dalam pertemuan internasional, dinas keamanan ingin memberinya keamanan yang terlihat selama bersepeda dan berjalan kaki.

Namun Mark Rutte menolak dan menganggap informasi itu tidak cukup konkret. Dia tidak menginginkan keamanan yang mencolok. Sebab dia ingin memastikan dirinya dan negaranya dalam keadaan aman dalam setiap kesempatan.

Penolakan Rutte untuk keamanan ekstra menyebabkan kegalauan dan kekuatiran para pejabat dinas keamanan, yang secara internal mengeluh bahwa perdana menteri menempatkan kepentingannya sendiri di atas kepentingan nasional.

Sementara harian Netherland Times melaporkan, baru-baru ini Pieter-Jaap Aalbersberg, Koordinator Nasional untuk Kontra-Terorisme dan Keamanan (NCTV), bertemu dengan Mark Rutte dan meyakinkannya agar mau menerima keamanan tambahan. Sejak itu pengawal tambahan dari Royal and Diplomatic Security Service (DKDB) dikerahkan untuk mengawasi Mark Rutte. (***/Ded)

Latest news

Baca Juga :  Pemimpin Australia Tak Suka Rencana Kehadiran Putin Dalam KTT G20 2022 di Bali

Buruh Menang Pemilu, Anthony Albanese Jabat Perdana Menteri Australia

CANBERRA -- Scott Morisson dipastikan menyerahkan kursi Perdana Menteri Australia kepada Anthony Albanese, usai Partai Buruh Australia memenangkan Pemilihan Umum Federal, Sabtu (21/5/2022). Bahkan,...

Presiden Baru Somalia Jadi Harapan Perubahan

MOGADHISU -- Mantan Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud akhirnya kembali ke kursi kepresidenan yang ditinggalkannya pada 2017 silam. Kepastian itu muncul dalam pemungutan suara...

Perdana Menteri Singapura Segera Berganti, Lawrence Gantikan Lee

SINGAPURA - Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong yang telah berkuasa selama 18 Tahun lebih, akhirnya menyebutkan Lawrence Wong (49) calon penggantinya sebagai...

Pemimpin Australia Tak Suka Rencana Kehadiran Putin Dalam KTT G20 2022 di Bali

CANBERRA -- Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison mengaku tak menyukai rencana datangnya Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk menghadiri KTT G20 di BalI...

Pemimpin Oposisi Turki Bersatu Melawan Erdogan

ANKARA – Para pemimpin enam partai politik oposisi di Turki bertemu di Ibukota Ankara pada Sabtu (12/2/2022). Momen pertemuan khusus yang jarang terjadi...
- Advertisement -

Related news

Ulama di Jawa Barat Dukung Ganjar Jadi Presiden 2024-2029

CIANJUR -- Mantan anggota DPR RI dua periode yang kini menjabat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memang sosok fenomenal dan kharismatik. Tak heran, ketika...

Setelah Irjen Sambo, Satu Brigadir Jendral dan Kombes Dinonaktifkan dari Jabatannya

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya mendengar aspirasi publik dengan menonaktifkan sementara dua anggotanya buntut dari kematian Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir...

Sekretaris Kompolnas Dituding Jadi Pembela Irjen Sambo

JAKARTA -- Komentar dan pernyataan Sekretaris Lembaga Kompolnas Benny Mamoto dalam wawancara di beberapa televisi nasional menuai kritik dari masyarakat luas lantaran dianggap lebih...

Merasa Dikriminalisasi, Bendum PBNU Janji Libas Mafia Hukum

JAKARTA - Setelah satu hari namanya terkonfirmasi petugas Imigrasi sebagai orang yang dicekal berdasarkan permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bendahara Umum (Bendum) Pengurus Besar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here