Selasa, 26 Oktober 2021

Otoritas Keamanan Belanda Galau dan Pusing, Perdana Menterinya Mau Dibunuh Mafia

AMSTERDAM – Menyusul potensi ancaman pembunuhan akibat kebijakan memerangi mafia atau organisasi kejahatan, Dinas Keamanan Kerajaan dan Diplomatik serta Kepolisian Belanda kini tengah melakukan upaya ekstra untuk mengamankan Perdana Menteri Mark Rutte yang berkeras menolak tindakan pengamanan yang berlebihan terhadap dirinya.

Tindakan khusus pengamanan fisik Mark Rutte menjadi sangat penting dan bahkan topik terhambat di negeri kincir angin itu, setelah polisi menerima sinyal tentang kemungkinan serangan mematikan oleh penjahat yang terkait dengan perdagangan narkoba terhadap Mark.

Meski sebenarnya kekerasan senjata di Belanda jarang terjadi, pembunuhan dan kekerasan yang terkait dengan perdagangan narkoba telah menjadi hal biasa dalam beberapa tahun terakhir. Itu terjadi karena persaingan bos sindikat narkoba dalam memperebutkan wilayah.

Sebuah sumber pemerintah, yang berbicara dengan syarat anonim, membenarkan laporan tersebut di surat kabar De Telegraaf pada Selasa 28 September 2021. Namun Otoritas keamanan nasional Belanda menolak mengomentari laporan tersebut.

“Keselamatan dan perlindungan adalah masalah yang tidak pernah dibahas di depan umum, itu merupakan ranah khusus pihak keamanan dalam negeri,” kata seorang pejabat berwenang terkait laporan itu.

Mark Rutte, yang memimpin pemerintahan konservatif telah bersumpah untuk memberantas kejahatan terorganisir, selalu berusaha mempertahankan tingkat perlindungan pribadi yang terbatas sejak menjabat sebagai perdana menteri hampir 11 tahun yang lalu.

Dia figur yang sederhana dan sering terlihat bersepeda dari rumahnya dan gedung-gedung pemerintah di Den Haag. Pengawal pribadinya tidak terlihat mencolok, sehingga dia sering didekati oleh orang yang lewat ingin berfoto selfie dengannya atau mengobrol.

Baca Juga :  Perdana Menteri Malaysia Diambang Kejatuhan Setelah Konflik Dengan Raja

Sementara itu, Badan Intelijen Belanda mendapat informasi penting bahwa Mark Rutte sedang diawasi oleh pars pengintai dari organisasi kejahatan besar. Intelijen menganalisa sangat mungkin Mark diserang atau dibunuh, pada bulan ini atau di bulan Oktober.

Karena Mark Rutte suka bersepeda ke tempat kerja dan berjalan kaki di antara pertemuan, bahkan dalam pertemuan internasional, dinas keamanan ingin memberinya keamanan yang terlihat selama bersepeda dan berjalan kaki.

Namun Mark Rutte menolak dan menganggap informasi itu tidak cukup konkret. Dia tidak menginginkan keamanan yang mencolok. Sebab dia ingin memastikan dirinya dan negaranya dalam keadaan aman dalam setiap kesempatan.

Penolakan Rutte untuk keamanan ekstra menyebabkan kegalauan dan kekuatiran para pejabat dinas keamanan, yang secara internal mengeluh bahwa perdana menteri menempatkan kepentingannya sendiri di atas kepentingan nasional.

Sementara harian Netherland Times melaporkan, baru-baru ini Pieter-Jaap Aalbersberg, Koordinator Nasional untuk Kontra-Terorisme dan Keamanan (NCTV), bertemu dengan Mark Rutte dan meyakinkannya agar mau menerima keamanan tambahan. Sejak itu pengawal tambahan dari Royal and Diplomatic Security Service (DKDB) dikerahkan untuk mengawasi Mark Rutte. (***/Ded)

- Advertisement -

Latest news

Baca Juga :  Pemerintah Transisi Menuju Pemilu 2021, Libya Segera Keluar dari Kekacauan Politik

Abaikan Dukungan Oposisi, Leni Robredo Maju ke Pilpres Filipina Lewat Jalur Independen

MANILA -- Politisi perempuan terpopuler yang saat ini menjabat Wakil Presiden Filipina, Leni Robredo, akhirnya memberikan kepastian bahwa dirinya akan mencalonkan diri sebagai kandidat presiden...

Pemilihan Presiden Filipina Dimulai, Koalisi Oposisi Usung Wapres Leni Robredo

MANILA - Pamor Wakil Presiden (Wapres) Filipina, Leni Robredo, kini kian mengkilap setelah ditetapkan oleh Koalisi oposisi Filipina sebagai kandidat Presiden dalam Pemilihan Umum...

Rezim Militer Myanmar Makin Brutal, Inggris Berikan Sanksi Baru

LONDON -- Gejolak politik dan keamanan pasca kudeta yang dilakukan oleh militer Myanmar sejak awal Februari lalu, hingga saat ini belum juga berakhir. Situasi...

Pemimpin Oposisi Serukan Dukungan Kepada Perdana Menteri Pilihan Raja Malaysia

KUALA LUMPUR -- Ismail Sabri Yaakob resmi dilantik menjadi Perdana Menteri Malaysia ke-9 oleh Raja Malaysia, Sultan Abdullah Riayatuddin Mustafa Billah Shah pada Sabtu (21/8/2021)....

Perdana Menteri Baru Malaysia Mengerucut pada Anwar Ibrahim dan Ismail Sabri

KUALA LUMPUR -- Setelah Muhyiddin Yassin meninggalkan kursi perdana menteri (PM) Malaysia pada Senin lalu (16/8/2021), suhu politik terasa amat panas lantaran semua elite politik...
- Advertisement -

Related news

Militer Sudan Tak Tahan Lagi Duduki Kekuasan Politik, Perdana Menteri Ditangkap 

KHARTOUM - Gelombang kudeta militer di wilayah Benua Arab-Afrika kembali terjadi. Kali ini, militer di negara Sudan melangsungkan aksi pengambilalihan kekuasaan politik yang...

Tuduh Pimpinan KPK Langgar Kode Etik, Novel Baswedan Menuai Kecaman Publik

JAKARTA -- Sejumlah kalangan mengecam pernyataan dan segala tuduhan yang disampaikan oleh mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kepada publik soal adanya...

Airlangga Hartarto Luncurkan Roadmap Kemenangan di 2024

JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto benar-benar sangat serius mempersiapkan dirinya untuk menjadi Presiden pengganti Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres)...

Bank Jabar Banten Dinilai Setengah Hati Bantu Pelaku UMKM

TAMAN SARI - Para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) / IKM (Industri Kecil Menengah) di wilayah Kecamatan Taman Sari, beberapa waktu...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here